Angkot OK Otrip di Jakarta Timur Masih Berebut Rute Trayek

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mobil angkutan KWK 06 OK Otrip (Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Mobil angkutan KWK 06 OK Otrip (Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan)

Penerapan sistem transportasi OK Otrip di Jakarta Timur, rute Kampung Rambutan - Lubang Buaya belum terlaksana secara optimal. Rute antar trayek masih menjadi rebutan pengemudi angkuta kota (angkot). Hal ini seperti diceritakan oleh Sumarna, supir mobil Angkutan KWK 06 yang melayani rute Kampung Melayu-Rawa Binong-Lubang Buaya.

"Tadi pagi ada masalah, angkutan kota KWK 06 kami yang sudah terintegrasi dengan ok otrip bertabrakan trayek dengan angkutan kota KWK 05 yang beroperasi di Rawa Binong," ujar Sumarna saat ditemui di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Rabu (17/1).

"Angkutan KWK 05 menghentikan kami di Rawa Binong, mobil saya sudah dikepung, mereka bilang 'balik saja enggak usah kemari lagi, jangan cari masalah'. Beberapa diantara mereka juga bawa balok kayu, Ya saya putar balik saja, daripada saya dihabisin dan cacat nanti gak bisa cari uang lagi buat anak istri," keluh Sumarna.

Sumarna menjelaskan, trayek KWK 06 melintasi jalan sejauh 3 km di Rawa Binong, yang sebelumnya merupakan trayek dari KWK 05. Sumarna juga memaklumi kemarahan mereka. Pasalnya 3 km bagi angkutan kota merupakan jarak yang cukup menguntungkan bagi angkutan kota.

Mobil angkutan KWK 06 OK trip (Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Mobil angkutan KWK 06 OK trip (Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan)

"Lumayan itu 3 km penumpang turun naik bisa dapet duit berapa kita," tambahnya.

Sementara ini, trayek KWK 06 masih berada di terminal Kampung Rambutan. Mereka belum berani melanjutkan operasinya. Mereka masih menunggu perintah dari Dinas Perhubungan.

"Ya kami belum berani jalan lagi, nunggu perintah dan keputusan dishub. Ya menurut saya KWK 05 juga harus diberi sosialisasi, kenapa mereka enggak diajak, kalau seperti ini kan kacau juga," keluh Radib, salah satu supir KWK 06 lainnya.