Angkot Tua Bakal Dimusnahkan dari Kota Bogor, Sopir Demo Blokade Jalan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Massa sopir dan pemilik angkutan kota (Angkot) menggelar aksi di Gedung Balai Kota Bogor, Kamis (22/1).
zoom-in-whitePerbesar
Massa sopir dan pemilik angkutan kota (Angkot) menggelar aksi di Gedung Balai Kota Bogor, Kamis (22/1).

Massa sopir dan pemilik angkutan kota (Angkot) menggelar aksi di Gedung Balai Kota Bogor, Kamis (22/1). Massa juga sempat memblokade Jalan Juanda yang berada di depan Balai Kota.

Massa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pemilik dan Pengemudi Angkutan Kota Bogor menuntut Pemkot Kota (Pemkot) Bogor untuk membatalkan penghapusan usia kendaraan.

Pemkot Bogor dan Dinas Perhubungan (Dishub) merencanakan penghapusan sekitar 1.854 unit angkot berusia di atas 20 tahun yang mulai diberlakukan per 1 Januari 2026.

Para sopir dan pemilik angkot itu menyebut kebijakan yang diambil oleh Pemkot Bogor itu tanpa adanya audiensi terlebih dahulu dengan mereka.

Padahal, permohonan pertemuan telah mereka ajukan sejak 5 Januari 2026, namun hingga kini belum mendapat respons.

"Kami menolak keras program pemusnahan angkot di Kota Bogor, program pemusnahan angkot hanya akan menambah pengangguran di Kota Bogor," tulis spanduk yang dibawa sopir.

Sembari membawa spanduk bertuliskan kritik, massa aksi meminta untuk bertemu langsung dengan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim dan perwakilan Dinas Perhubungan. Hal ini untuk mendiskusikan solusi terbaik yang tidak merugikan berbagai pihak.

Para sopir dan pemilik angkot menegaskan, pada prinsipnya mereka siap mengikuti kebijakan pemerintah, selama tidak merugikan mata pencaharian dan masih memberikan kepastian pemasukan bagi mereka.

"Kita minta kebijakan penghapusan angkot tua itu tidak usah. Kalau dihapus anak istri kita mau makan apa. Kalau memang mau dihapus kasih kami pekerjaan yang layak," ucap salah satu sopir angkot, Ganda.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro, mengatakan demo berlangsung tertib.

"Alhamdulillah demo hari ini berjalan sangat baik. Saya dibantu oleh Pak Dandim dari Brimob dan TNI jumlahnya sekitar 780 sekian kita tadi melihat mereka sangat baik menyampaikan aspirasi InsyaAllah ini berjalan tertib," ucap Rio.

Rio mengatakan tidak ada pengalihan arus. Polisi di lokasi membantu mengatur lalu lintas agar kendaraan tetap bisa lewat di depan Balai Kota.

"Alhamdulillah tidak ada (pengalihan arus). Bisa kita lihat lancar semua tadi mereka sudah berjanji kepada saya agar aspirasi disampaikan dengan baik mangkannya kami masukkan ke dalam semua supaya tidak mengganggu," ucapnya.

Massa saat ini sudah membubarkan diri.

Pemerintah Kota Bogor melalui Dishub berencana melarang angkot tua yang umumnya di atas 20 tahun untuk beroperasi mulai 2026 karena dinilai sudah tidak layak jalan dan mengganggu keselamatan. Angkot-angkot tua rencananya dimusnahkan agar tidak kembali beroperasi.

Total angkot di Bogor per awal 2026 adalah 2.700an, namun hanya sekitar 860 unit yang dinyatakan laik beroperasi.

Pemkot juga masih membuka ruang dialog dengan sopir dan pemilik angkot terkait masa transisi agar tidak menimbulkan gejolak. Penghapusan angkot tua ini bukan artinya bakal diganti dengan angkot baru tetapi akan diterapkan sistem transportasi yang lebih modern dan tertata seperti bus kota, hingga integrasi transportasi umum.