Anies Akan Bangun Simpang Temu Lebak Bulus, Integrasikan Pejalan Kaki-MRT-TransJ

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam pencanangan pembangunan simpang temu di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Foto: Pemprov DKI Jakarta
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam pencanangan pembangunan simpang temu di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Foto: Pemprov DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencanangkan pembangunan simpang temu di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, yang akan menghubungkan pejalan kaki dari Stasiun MRT Lebak Bulus menuju titik transit kawasan di Transit Plaza.

Pencanangan simpang temi ini merupakan upaya Anies menjadikan kawasan tersebut terintegrasi antarmoda transportasi secara masif.

Anies mengapresiasi pencanangan yang diselenggarakan oleh PT MRT Jakart, karena diharapkan memberikan kemudahan bagi pengguna transportasi publik, dan pejalan kaki yang melakukan kegiatan transit.

"Ini juga sekaligus mendukung terwujudnya integrasi antarmoda di kawasan tersebut yang merupakan pertemuan berbagai moda transportasi seperti MRT Jakarta, TransJakarta, dan transportasi daring," ungkap Anies dalam keteranganya, Rabu (8/12).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam pencanangan pembangunan simpang temu di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Foto: Pemprov DKI Jakarta

Dengan pembangunan Simpang Temu Lebak Bulus ini, Anies sekaligus mendorong masyarakat untuk menggunakan kendaraan umum yang lebih bebas emisi melalui MRT. Pembangunannya juga menjadi salah satu proses transformasi Jakarta menuju kota yang resilience dan mengadopsi prinsip pembangunan berkelanjutan.

"Kita menginginkan warganya dapat tinggal dengan nyaman, dan ada kemudahan berpindah tempat dari satu tempat ke tempat lainnya melalui moda transportasi yang terpadu dan terkoneksi di Simpang Temu Lebak Bulus ini," jelas Anies.

Anies juga mengapresiasi kolaborasi pihak swasta, seperti PT Intiland Development dan PT Inti Menara Jaya, yang telah berkolaborasi dengan MRT Jakarta dalam mewujudkan pencanangan pembangunan Simpang Temu Lebak Bulus ini.

Dalam pembangunan simpang temu ini PT MRT Jakarta menjadi pengelola Kawasan Berorientasi Transit (KBT) Lebak Bulus. Mereka bertugas memonitor proses pengajuan perizinan, serta melakukan pemantauan dalam proses pembangunan yang dilakukan oleh PT Inti Menara Jaya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam pencanangan pembangunan simpang temu di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Foto: Pemprov DKI Jakarta

Pembangunan simpang temu ini ditargetkan berlangsung selama kurang lebih 10 bulan setelah pencanangan.

"Kita mengapresiasi kolaborasi ini demi mewujudkan kawasan integrasi antarmoda yang masif di Jakarta. Semoga pembangunan ini dapat selesai dibangun sesuai target yang sudah direncanakan, sehingga dapat segera digunakan dengan sebaik-baiknya dan bermanfaat luas untuk masyarakat Jakarta dan sekitarnya," tutup Anies.

Pembangunan Simpang Temu Lebak Bulus adalah bentuk realisasi pengembangan Kawasan Berorientasi Transit (KBT) Lebak Bulus sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 57 Tahun 2020 tentang Panduan Rancang Kota Kawasan Pembangunan Berorientasi Transit Lebak Bulus. PT MRT Jakarta juga mendapat penugasan untuk pengembangan lokasi KBT lainnya di Dukuh Atas, Blok M, Senayan, Fatmawati, dan Lebak Bulus.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam pencanangan pembangunan simpang temu di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Foto: Pemprov DKI Jakarta

Simpang Temu Lebak Bulus juga merupakan salah satu proyek Realisasi Pembangunan Infrastruktur Prioritas di KBT sesuai PRK berdasarkan Instruksi Gubernur Nomor 49 Tahun 2021 tentang Penyelesaian Isu Prioritas Daerah Tahun 2021-2022.

Simpang Temu akan menyediakan titik transit multi moda dari stasiun MRT Lebak Bulus berupa jembatan interkoneksi sepanjang ± 200 meter menuju Transit Plaza yang memiliki fasilitas pendukung berupa parkir sepeda, kiss and ride, pemberhentian Transjakarta , dan pemberhentian transportasi daring di dalam area taman seluas ± 2.000 m2.

Kegiatan pencanangan ini turut dihadiri oleh Direktur Utama MRT Jakarta Wiliam Sabandar, Direktur Pengembangan Bisnis PT Intiland Development Tbk Permadi Indra Yoga, Direktur Utama PT Inti Menara Jaya Hans Hutoyo, dan jajaran Pemprov DKI Jakarta.