Anies Akui Tanpa Wagub Pengaturan Jadwal Lebih Menantang

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Lapangan IRTI Monas, Jakarta, Senin (11/2). Foto: Jamal Ramdhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Lapangan IRTI Monas, Jakarta, Senin (11/2). Foto: Jamal Ramdhan/kumparan

Sudah lebih dari 6 bulan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak mempunyai pendamping setelah ditinggal Sandiaga Uno yang karena maju sebagai cawapres pada 10 Agustus 2018.

Dalam kesendiriannya, Anies merasakan sejumlah tantangan dalam mengatur jadwal kegiatan yang harus dilaluinya sehari-hari.

“Dari sisi pengaturan jadwal lebih menantang karena sebagian kegiatan-kegiatan terutama yang menyangkut seremonial yang biasanya bisa dibagi (dengan Wagub), tapi sekarang tidak bisa dibagi,” kata Anies di DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Rabu, (20/2).

Meski begitu, Anies percaya diri, program dan jadwal tersebut bisa dilaksanakan dengan baik. Ia memastikan tak ada dampak penurunan atau program yang terbengkalai karena tak ada wagub.

embed from external kumparan

“Kalau kinerja diukur dari misalnya pelaksanaan program sampai dengan Desember kemarin alhamdulillah program terlaksana dengan baik. Jadinya tidak ada dampak terlihat dari pelaksanaan program-program itu tidak terkena dampak,” ujar Anies.

Namun pernyataan itu bukan berarti Anies tidak membutuhkan seorang Wagub. Ia mengungkapkan sampai saat ini masih menunggu nama dari kedua partai pengusungnya di Pilkada 2017 lalu, yaitu PKS dan Gerindra terkait penyerahan nama cawagub yang sudah disepakati.

“Tentang Wakil Gubernur kita sekarang masih menunggu. Kalau dari penjelasan pimpinan wilayah baik Gerindra maupun PKS adalah menyepakati mereka sedang menunggu surat resmi dari DPP keduanya,” tutur Anies.

PKS dan Gerindra telah merampungkan fit and proper test atau uji kelayakan dari tiga calon yang akan diajukan ke Anies, yaitu Ahmad Syaikhu, Agung Yulianto, dan Abdurrahman Suhaimi. Dari ketiga nama tersebut, keduanya akan mengirimkan dua nama terpilih ke Anies agar diteruskan ke DPRD DKI Jakarta untuk proses selanjutnya.