Anies Anjurkan Pesepeda Pakai Google Maps Rute Pejalan Kaki

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengendara sepeda melintasi jalur sepeda di Jalan Pemuda, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Kamis (19/9/2019).  Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
zoom-in-whitePerbesar
Pengendara sepeda melintasi jalur sepeda di Jalan Pemuda, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Kamis (19/9/2019). Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Pemprov DKI tengah mendorong masyarakat untuk menggunakan sepeda sebagai transportasi dengan membangun lajur khusus. Lajur khusus sepeda itu akan tersedia di sejumlah ruas jalan Ibu Kota.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menganjurkan agar para pesepeda mencari rute melalui aplikasi Google Maps dengan mode pejalan kaki. Hal itu, bertujuan agar pesepeda tak memakai rute motor dan mobil yang rutenya lebih jauh.

"Saya menganjurkan kalau mau naik sepeda dilihat dulu Google Maps. Jangan pakai jalur mobil, nanti jadi jauh, yang di Google Maps-nya pilih yang pakai pejalan kaki. Nanti Anda akan lewat di jalur-jalur yang lebih mudah," kata Anies di Terowongan Kendal, Jakarta Pusat, Sabtu (12/10).

"Ada persimpangan-persimpangan yang kita harus lakukan rekayasa untuk memudahkan bagi pengendara sepeda dan tidak merepotkan kendaraan bermotor. Semuanya akan disesuaikan," lanjutnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjajal jalur sepeda, Jumat (20/9). Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan

Selain itu, kata dia, sebaiknya masyarakat tidak menggunakan sepeda gunung untuk beraktivitas. Ia meminta agar sepeda disesuaikan dengan kondisi perkotaan.

"Dan bagi yang bersepeda saya menganjurkan sepedanya agar ramah perkotaan. Pilih sepeda yang sesuai dengan kondisi kota bukan sepeda gunung. Jadi kita bersepeda di perkotaan," ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bersepeda melintasi jalur sepeda di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (20/9/2019). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Mantan Mendikbud itu ingin agar masyarakat terbiasa menggunakan kendaraan non emisi untuk ikut memperbaiki kualitas udara. Apalagi, menaiki sepeda memiliki sejumlah manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

"Harapannya banyak warga Kota Jakarta yang menggunakan sepeda dan kalau kita bersepeda lebih sehat, yang kedua yang kadang tidak kita rasakan kalau kita naik mobil kita berada di ruang tertutup. Kalau bersepeda kita berada di ruang terbuka merasakan suasana kota," ucapnya.

"Nah ini yang ingin kita hidupkan lagi di Jakarta. Jalur sepeda yang kita buat membutuhkan banyak pengguna. Kalau jalur itu kosong, maka kendaraan bermotor, bus, akan menggunakan. Kalau makin banyak penggunanya maka jalur ini makin bisa disterilkan," tutup Anies.

Pengendara sepeda melintasi jalur sepeda di Jalan Pemuda, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Kamis (19/9/2019). Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Saat ini, Pemprov DKI tengah merancang marka lajur sepeda. Akan ada dua marka yang membedakan lajur khusus sepeda dan lajur yang dapat digunakan bersama kendaraan bermotor.

Nantinya, kendaraan yang melewati lajur khusus sepeda akan didenda Rp 500 ribu. Aturan ini mulai diberlakukan setelah uji coba yang berakhir pada 19 November mendatang.

Sebagai informasi, berikut rute lajur sepeda yang dibangun:

Fase 1:

Jalan Pemuda - Jalan Pramuka - Jalan Proklamasi - Jalan Pangeran Diponegoro - Jalan Imam Bonjol - Jalan M.H. Thamrin - Jalan Medan Merdeka Selatan.

Fase 2:

Jalan Raya Fatmawati - Jalan Panglima Polim - Jalan Sisingamangaraja - Jalan Jenderal Sudirman. Rute ini akan tersambung dengan fase 1 di Bundaran HI

Fase 3:

Jalan Tomang Raya - Simpang Tomang - kemudian belok kanan di Jalan Cideng - Kebon Sirih - Jalan MH Thamrin