Anies Bahas Pentingnya Banyak Suara di DPR, Singgung Saham Bir DKI

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Capres nomor urut 1 Anies Baswedan saat kampanye di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (28/11/2023). Foto: Haya Syahira/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Capres nomor urut 1 Anies Baswedan saat kampanye di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (28/11/2023). Foto: Haya Syahira/kumparan

Capres nomor urut 1 Anies Baswedan melanjutkan rangkaian kampanye perdana di Jakarta. Kali ini, Anies bertemu dengan pendukung di GOR Ciracas, Jakarta Timur.

Dalam kesempatan itu, Anies mengingatkan pemilu tidak cuma soal Pilpres. Ada Pileg yang juga harus dimenangkan para pendukung Anies-Muhaimin (AMIN).

"Jadi, perjuangan kita bukan hanya untuk eksekutif, tapi juga legislatif," kata Anies di lokasi, Selasa (28/11).

Capres nomor urut 1 Anies Baswedan saat kampanye di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (28/11/2023). Foto: Haya Syahira/kumparan

Eks Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, pernah mengalami sulitnya menjalankan kebijakan saat legislatif tidak dipegang oleh partai pendukung. Salah satunya soal kesulitan melepas saham PT Delta Djakarta--perusahaan Anker bir--tidak bisa dilepas.

"Contohnya, DKI Jakarta punya saham di pabrik bir. Memang pemerintah perlu punya saham di pabrik bir?" tanya Anies ke para pendukung yang dijawab "tidak".

Karena itu, sudah seharusnya saham itu dilepas atau dijual. Tapi, karena prosesnya harus melalui DPRD DKI, pelepasan saham menjadi sulit. Terlebih, Ketua DPRD DKI saat itu tidak setuju.

Capres nomor urut 1 Anies Baswedan saat kampanye di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (28/11/2023). Foto: Haya Syahira/kumparan

"Karena palu partai enggak ada di partai pendukung, jadinya diberhentiin terus," tutur Anies.

"Insyaallah pemilu besok partai pengusung bisa dapat suara besar sehingga kita bisa memenangkan DPR juga," ucap dia.

Saat ini, AMIN didukung sejumlah partai di bawah bendera Koalisi Perubahan. Partai pendukung, yakni Partai NasDem, PKB, dan PKS.