Anies: Banjir Kemarin Bukan Apa-apa Dibanding yang Dialami Pak Ahok

kumparanNEWSverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Anies Baswedan saat meninjau Pintu Air Manggarai. Foto: Ferry Fadhlurrahman/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Anies Baswedan saat meninjau Pintu Air Manggarai. Foto: Ferry Fadhlurrahman/kumparan

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menceritakan pengalamannya menangani banjir saat menyambangi kediaman Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi pada Selasa (30/4).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui menjadikan pengalaman gubernur-gubernur terdahulu sebagai masukan dalam menangani banjir di Ibu Kota. Ia lalu membandingkan kondisi banjir yang tak separah waktu zaman kepemimpinan Ahok, baik dari cakupan wilayah dan jumlah pengungsinya.

“Nah, saya terima kasih semua orang yang pernah bertugas di Jakarta, termasuk Pak Basuki pasti berpengalaman terkait banjir. Apalagi Pak Basuki, karena banjir yang kemarin itu bukan apa-apa dibanding banjir yang pernah dialami Pak Basuki (Ahok -red),” ujar Anies usai menghadiri upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional 2019 di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (2/5).

Anak-anak bermain air banjir di Kampung Pulo. Foto: Darin Atiandina/kumparan

“Kalau sekarang hanya 1.600 orang yang harus mengungsi. Kalau dulu bisa sampai 200 ribu. Jadi beliau (Ahok) memang pernah mengalami situasi yang sangat sulit dibandingkan apa yang saya alami kemarin,” tambahnya.

Menurut Anies, banjir yang terjadi beberapa waktu lalu hanya menimpa wilayah bantaran sungai di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Sementara pompa-pompa mayoritas berada di daerah Jakarta Pusat dan Utara, karena kanal-kanalnya lebih tinggi dibandingkan daratannya.

"Kalau yang pekan lalu itu terjadi di wilayah-wilayah sebelum masuk ke pusat kota. Jadi memang banjir itu ada di bantaran sungai, karena ada air dari hulu. Belum sampai masuk ke wilayah saringan, wilayah pompa," tuturnya.

Namun, ia enggan membandingkan lebih jauh terkait penanganan banjir dengan zaman Ahok. Anies menegaskan ikut mengapresiasi perhatian dari berbagai pihak soal permasalahan Jakarta, termasuk dari Ahok.

Foto udara banjir di Rawajati, Pancoran, Jumat (26/4). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

“Poin utamanya adalah kita apresiasi semua perhatian. Dan insyaallah semua yang disebut sebagai isu-isu teknis akan selalu diantisipasi dengan baik,” tutupnya.

Ahok, atau yang kini dipanggil BTP, beberapa waktu lalu ikut angkat bicara soal banjir yang melanda sejumlah wilayah Jakarta. Ia menceritakan pengalamannya saat jajaran Pemprov DKI saat itu rajin membersihkan rute aliran sungai. Dibantu juga oleh pasukan oranye dan biru yang ikut memeriksa keadaan tanggul dan pompa yang ada di Jakarta.

Basuki Tjahja Purnama di rumah dinas Prasetyo. Foto: Fadjar Hadi/kumparan

Namun, Ahok tak berkomentar banyak terkait penanganan banjir di bawah kepemimpinan Anies Baswedan, termasuk apakah masih menerapkan standar kerja yang ia lakukan. Ia menilai Anies jauh lebih mengerti untuk mengatasi banjir.

"Saya orang tambang, teori tambang ngidupin pompanya telat, sudah terlalu tinggi bisa enggak keburu. Saya kira mungkin tergenang itu karena ada pompa yang telat, saya enggak tahu. Saya sudah hampir 3 tahun enggak tahu urusan, 2 tahunlah ya," jelas Ahok di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (30/4).

"Aduh soal kata-kata gitu Pak Gubernur sekarang lebih pintar dari saya," ucap Ahok saat ditanya setuju dengan istilah normalisasi atau naturalisasi.

embed from external kumparan