Anies Beri Peringatan Keras ke Kontraktor LRT soal Banjir Cawang

Kejadian banjir di beberapa titik di sekitar Cawang, Pancoran, dan Tol Becakayu pada Selasa (2/4) sempat membuat lalu lintas macet parah. Gubernur DKI Anies Baswedan langsung melihat lokasi banjir.
Seperti ia duga, kejadian ini disebabkan aliran air tertutup oleh proyek LRT Jabodebek dan Tol Becakayu.
“Kita temukan bahwa saluran-saluran air kita tertutup oleh pilar-pilar pembangunan LRT. Nah pihak kontraktor tidak menyiapkan dengan volume yang cukup, pompa-pompa untuk mengalirkan air dari tempat yang terhalang ke saluran kita,” ujar Anies saat meninjau lokasi di Cawang, Jakarta Timur, Kamis (4/4).
“Jadi ada saluran, saluran itu terpotong-potong oleh pilar lalu di bawahnya ada tudung pilar lalu ada tiang pancang itu volumenya besar,” tambahnya.
Anies mengatakan akan memanggil pihak kontraktor dan memantau penanggulangan banjir pada proyek itu. Anies berharap PT Adhi Karya, sebagai kontraktor pembangunan LRT di Pancoran dan Cawang serta PT Waskita Karya sebagai kontraktor Tol Becakayu melakukan hal sudah menjadi kewajibannya.
"Jadi, saya beri peringatan keras kepada mereka bahwa pihak Adhi Karya harus bertanggung jawab," ujar Anies.
Ia menilai, seharusnya kontraktor sudah menyiapkan pompa-pompa permanen di sekitar lokasi kontruksi. Sedangkan kontraktor hanya menyediakan pompa mobile yang tersedia ketika air sudah menggenang.
“Menurut mereka sudah dipasang pompa, pompa mobile, pompa mobile itu kita sudah tahu pasti banjir baru dikirim pompa, kalau pompanya permanen pasti dia begitu ada aliran genangan air langsung bergerak. Kalau sudah pompanya mobile maka pasti terlambat,” ujar Anies.
Karena ketika sudah ada genangan kecil dan terlambat ditangani di 3 wilayah tersebut, Anies mengatakan, maka efeknya akan berantai dan menyebabkan kemacetan ke seluruh kota.
“Begitu ada hambatan air 30 cm saja motor bisa lewat mobil bisa lewat, tetap implikasi pada kemacetan lalu lintas seluruh wilayah protokol Jakarta, jadi mereka akan lakukan koreksi jadi saya kira akan pantau,” ujar Anies.
