Anies Berlakukan PSBB Lagi: Mari Kosongkan RS dan Kurangi Beban Tenaga Medis

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) demi menekan laju penularan COVID-19. Tercatat, kasus corona pada Januari 2021 ini sedang memasuki masa puncaknya.
Dengan diterapkannya PSBB lagi, Anies berharap dapat benar-benar menekan penyebaran virus corona. Apalagi, Januari ini tidak ada libur panjang yang berpotensi menambah jumlah kasus.
"Pada saat ini kita tidak menyaksikan ada liburan panjang, kita tidak ada aktivitas yang memungkinkan mobilitas tinggi. Karena itu kita berharap bisa mengendalikan ini dengan sebaik-baiknya," ucap Anies dalam keterangan videonya, Sabtu (9/1).
Anies ingin kasus corona di Jakarta benar-benar tuntas selama PSBB diberlakukan. Ia meminta kerja sama antara masyarakat dan pemerintah untuk bisa membantu mengurangi beban rumah sakit rujukan COVID-19 dan tenaga kesehatan dalam merawat pasien corona.
"Mari kita bekerja sama untuk bisa mengosongkan rumah sakit di Jakarta dari kasus positif COVID-19. Dan kita semua berharap para tenaga medis yang menjadi pertahanan terakhir kita terkurangi bebannya," tutur Anies.
"Kita kosongkan hotel, wisma, dengan begitu ikhtiar bersama dua minggu ke depan sangat penting untuk bantu mempercepat pengendalian pandemi," tutup dia.
Penambahan kasus corona di Jakarta dalam tiga hari kemarin konsisten di atas 2.000 kasus. Diakui Dinkes DKI, terus melonjaknya kasus positif disebabkan juga faktor libur panjang akhir tahun lalu.
Dinkes DKI turut mencatat terdapat 111 klaster keluarga usai libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dari 111 klaster, hasilnya terdapat 351 kasus positif COVID-19. Data ini dihimpun mulai 3 Januari hingga 8 Januari 2021.
"Berdasarkan data yang dihimpun pada 3–8 Januari untuk klaster keluarga pascalibur Nataru, di mana sebagian warga beraktivitas ke luar DKI Jakarta. Terdapat 111 klaster keluarga dengan total 351 kasus positif teridentifikasi," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI, Dwi Oktavia, Jumat (8/1).
