Anies Bicara Kedamaian Semu Orde Baru: Ada yang Pegang Senjata, Semua Takut

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Capres nomor urut 01, Anies Baswedan, di Masjid Raya Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Jumat (8/3/2024). Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Capres nomor urut 01, Anies Baswedan, di Masjid Raya Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Jumat (8/3/2024). Foto: Zamachsyari/kumparan

Eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan khotbah salat Jumat di Masjid Agung Bintaro, Tangerang Selatan, Jumat (8/3). Anies sempat kedamaian dan ketenangan yang disebut-sebut sebagian kalangan mendominasi Orde Baru.

Capres 01 ini tak menampik, selama Orde Baru atau kepemimpinan Presiden Soeharto, Indonesia damai dan tenang. Namun, ia menyebut, kedamaian dan tenang itu karena ada aparat bersenjata alias kedamaian semu.

Ingat Orde Baru, kan? Damai, tenang, iya. Karena ada yang pegang senjata, di situ diem semua, itu namanya kedamaian semu," kata Anies.

"Kenapa damai? Takut sama yang di ujung situ, tuh. Karena itu pegang senjata tuh, semua diam, damai. Itu kedamaian semu. Kedamaian yang tidak semu adalah kedamaian yang ditopang oleh rasa keadilan," tambah dia.

Presiden Soeharto melambaikan tangan saat ia tiba pada pertemuan puncak kelompok Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Museum Antropologi Universitas British Columbia di Vancouver, Kanada, pada 25 November 1997. Foto: JOHN GIBSON / AFP

Eks Mendikbud ini mengatakan, dia ingin memperjuangkan keadilan untuk semua. Ia ingin seluruh rakyat Indonesia mendapat keadilan yang sama tanpa ada rasa takut.

"Karena itu saya sering sampaikan insyaallah apa yang kemarin diperjuangkan akan menghadirkan rasa keadilan, dan semua yang berada di sini saya ingin sampaikan mari kita ikhtiarkan terus supaya negeri ini menjadi negeri yang berkeadilan," ucap Anies.

Anies sempat menyinggung ketika dirinya menjabat Gubernur DKI periode 2017-2022. Dia merasa menjadi "tahanan kota" karena waktunya banyak dihabiskan di dalam kota untuk meninjau kehidupan masyarakat.

Namun, setelah dia purnatugas dan maju jadi capres, Anies banyak keliling Indonesia. Hasilnya, ia merasakan banyak ketimpangan di tengah masyarakat.

"Dulu saya bertugas di Jakarta itu nama resminya gubernur, sebenarnya praktik resminya "tahanan kota". Jumatannya di Jakarta, jumatan ke Tangerang salah, Pak [lokasi jumatan Anies hari ini di Tangerang Selatan]," kata Anies setengah bercanda.

"Semua wilayahnya di Jakarta, apa pun yang dikerjakan di Jakarta, selama satu tahun kemarin saya dapat kesempatan berkeliling, ketika kesempatan berkeliling itu pasti yang hadir di sini banyak dari wilayah Indonesia lain merasakan betul betapa timpangnya kondisi kita," tutur Anies.