Anies di HUT RI: Pandemi Cermin untuk Ingatkan Keselamatan di Atas Segalanya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam apel virtual mengapresiasi kepada seluruh jajaran Satpol PP DKI Jakarta yang telah menjalankan tugas pada PPKM Darurat. Foto: Instagram/@aniesbaswedan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam apel virtual mengapresiasi kepada seluruh jajaran Satpol PP DKI Jakarta yang telah menjalankan tugas pada PPKM Darurat. Foto: Instagram/@aniesbaswedan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, memimpin langsung upacara memperingati HUT ke-76 RI di Balai Kota, Selasa (17/8).

Dalam pidatonya, Anies menjelaskan masa pandemi COVID-19 ini adalah cermin dengan kaca pembesar untuk melihat apakah kita sudah memprioritaskan keselamatan di atas segalanya.

“Pandemi ini seakan menjadi cermin dengan kaca pembesar, cermin untuk melihat pada diri kita sendiri, sudahkah kita menetapkan prioritas itu keselamatan di atas segalanya?” ujar Anies dalam pidatonya di Balai Kota, Selasa (17/8).

kumparan post embed

Anies mengibaratkan kaca pembesar pada cermin tersebut sebagai pembuka ruang yang selama ini tertutup, untuk menunjukkan kepada bangsa Indonesia tentang arah prioritas dalam menghadapi pandemi COVID-19.

“Dengan kaca pembesar, maka ini membuka semua ruang-ruang yang mungkin tertutup menunjukkan kepada semua, kepada seluruh bangsa tentang arah prioritas sikap dari masing-masing kita ketika menghadapi tantangan sebesar pandemi ini,” ungkapnya.

Orang-orang beristirahat di tempat tidur di sepanjang koridor ruang gawat darurat pasien corona di sebuah rumah sakit pemerintah di Jakarta, Selasa (30/6). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Selain itu, Anies mengingatkan masalah perbedaan pandangan dan sikap dalam menghadapi pandemi. Menurutnya, pandangan boleh berbeda namun jangan sampai membahayakan keselamatan rakyat, sehingga perlu adanya kerja sama semua pihak.

Dengan pandemi sebagai cermin, kita ingatkan bahwa keselamatan di atas semua, artinya pandangan boleh berbeda, latar belakang boleh berbeda, sikap berbagai urusan boleh berbeda,” jelasnya.

-Gubernur DKI Anies Baswedan

“Tapi begitu menyangkut keselamatan bersama maka kita harus bersatu, kita harus bekerja bersama, kita harus kolaborasi, karena yang kita hadapi tidak membeda-bedakan,” tambahnya.

Petugas yang mengenakan kostum berbentuk virus corona membawa poster saat sosialisasi penggunaan masker di kawasan Sarinah, Jakarta. Foto: Wahyu Putro A/Antara Foto

Oleh karena itu, Anies berharap warga Jakarta untuk bersatu menghadapi pandemi COVID-19, seperti para pejuang kemerdekaan menghadapi kolonialisme belanda.

“Sebagaimana dulu kita berhadapan dengan kolonialisme, pada saat kita berhadapan dengan kolonial Belanda, mereka tidak membedakan, karena itu kita bersatu menghadapinya. Sekarang, kita harus tunjukkan bahwa kita mampu sebagaimana generasi sebelum kita,” pungkasnya.