Anies Gandeng KADIN-UNHCR Vaksinasi Corona ke Pencari Suaka di Jakarta

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau vaksinasi untuk WNA pengungsi dan pencari suaka yang dilaksanakan di Gedung Olahraga Bulungan, Jakarta Selatan. Foto: PPID DKI Jakarta
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau vaksinasi untuk WNA pengungsi dan pencari suaka yang dilaksanakan di Gedung Olahraga Bulungan, Jakarta Selatan. Foto: PPID DKI Jakarta

Pemprov DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan vaksinasi COVID-19 untuk para Warga Negara Asing (WNA) pengungsi dan pencari suaka yang berdomisili di sekitar Jabodetabek pada Kamis (7/10). Sebanyak 600 WNA akan divaksin pada tahap pertama dengan vaksin Sinopharm.

Kegiatan itu ditinjau langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies datang ke GOR Bulungan, Jakarta Selatan, dengan didampingi Plt Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji, dan Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) DKI Jakarta Diana Dewi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau vaksinasi untuk WNA pengungsi dan pencari suaka yang dilaksankan di Gedung Olahraga Bulungan, Jakarta Selatan. Foto: PPID DKI Jakarta

Dilansir dari ppid.jakarta.go.id kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Pemprov DKI Jakarta, KADIN DKI Jakarta dan UNHCR yang sudah direncanakan semenjak bulan Juli lalu.

“Bulan Juli kita sudah usulkan untuk WNA pengungsi dan pencari suaka, menghadapi itu kita ketemu jalan keluar, dan KADIN Indonesia pun merespons untuk turun tangan menyiapkan vaksin gotong royong," kata Anies dalam keterangannya.

"Sedangkan kami di Pemprov DKI siapkan regulasi dan vaksinasinya, lalu ada pihak swasta SpeedLab yang menyediakan tenaga kesehatan dan UNHCR yang memobilisasi data WNA pengungsi dan pencari suaka,” tambah Anies.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau vaksinasi untuk WNA pengungsi dan pencari suaka yang dilaksankan di Gedung Olahraga Bulungan, Jakarta Selatan. Foto: PPID DKI Jakarta

UNHCR mencatat bahwa terdapat sekitar 4.942 pengungsi dan pencari suaka yang berusia 12 tahun ke atas yang tinggal di Jabodetabek kesulitan untuk mendapatkan vaksin. Sebab mereka memiliki keterbatasan akses informasi dan tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Anies menegaskan bahwa pandemi ini merupakan permasalahan lintas bangsa dan teritori. Maka, setiap warga termasuk WNA yang berdomisili di Jakarta memiliki hak yang sama dalam mendapatkan vaksin COVID-19.

Petugas memotret pencari suaka yang mengikuti vaksinasi COVID-19 di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Kamis (7/10/2021). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

“Virusnya menular pada siapa saja baik Warga Negara Indonesia maupun Warga Negara Asing termasuk para pencari suaka. Ini masalah umat manusia di mana semua harus mendapatkan perlakuan sama dan setara, meskipun kita menyadari persis prioritas pertama adalah warga kita, tetapi jika ada sebagian (WNA pencari suaka) yang tervaksin maka dampaknya juga ke kita,” ujar Anies.