Anies Hadiri Milad 50 Hidayatullah, Dititipi Masa Depan Ponpes-Program Keagamaan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Capres Anies Baswedan menghadiri Rakernas & Milad 50 Tahun Hidayatullah di Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu malam (25/11/2023). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Capres Anies Baswedan menghadiri Rakernas & Milad 50 Tahun Hidayatullah di Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu malam (25/11/2023). Foto: Dok. Istimewa

Capres Anies Baswedan menghadiri Rakernas & Milad 50 Tahun Hidayatullah di Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu malam (25/11). Kedatangan Anies disambut hangat keluarga besar ormas Hidayatullah yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Dimulai dari ribuan ustazah dan santri perempuan Pondok Pesantren Hidayatullah, lalu dilanjutkan dengan bertemu dengan ribuan ustaz dan santri laki-laki yang berkumpul di Masjid Ar-Riyadh.

Anies yang diminta berpidato di hadapan ribuan warga Hidayatullah mengungkap rasa bangganya karena bisa datang ke kantor pusat. Mantan rektor Universitas Paramadina itu mengaku telah mengenal dan sering berinteraksi dengan kader Hidayatullah sejak lama. Dimulai sejak kuliah di Yogyakarta hingga saat bertugas menjadi Gubernur DKI Jakarta.

"Setiap kita melihat apa yang telah dilakukan Hidayatullah di seluruh Indonesia, maka kita menyaksikan sumur pahala allahuyarham KH Abdullah Said," kata Anies.

Capres Anies Baswedan menghadiri Rakernas & Milad 50 Tahun Hidayatullah di Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu malam (25/11/2023). Foto: Dok. Istimewa

Almarhum KH Abdullah Said merupakan pendiri dan guru utama ormas Hidayatullah. Anies menyatakan bahwa seluruh kader, aktivis, guru, dan santri yang menuntut ilmu di semua jenjang lembaga pendidikan milik Hidayatullah adalah pelanjut perjuangan KH Abdullah Said.

"50 tahun usia perjuangan Hidayatullah yang telah dirintis para pendahulu adalah fondasi untuk melahirkan Hidayatullah yang lebih berkembang lagi hingga ratusan tahun ke depan. Jadi jangan pernah usia 50 tahun ini panjang, akan ada waktu yang tak terhingga sampai hari kiamat nanti," ujar Anies.

Sebagai ormas besar, lanjut Anies, nasihat dari ulama dan guru Hidayatullah merupakan aspirasi penting yang harus diperjuangkan. Di antaranya aspirasi agar lembaga pendidikan Islam seperti pondok pesantren, para pendakwah, dan program-program agama mendapatkan perhatian yang sama dari pemerintah dengan bidang-bidang yang lain.

"Kami tegaskan bahwa apa yang menjadi agenda utama kita adalah kesetaraan dalam arti yang sesungguhnya. Kita perlu menyetarakan kesempatan, menyetarakan bantuan, menyetarakan kebijakan untuk semua lembaga pendidikan," kata Anies.

Capres Anies Baswedan menghadiri Rakernas & Milad 50 Tahun Hidayatullah di Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu malam (25/11/2023). Foto: Dok. Istimewa

Menurut Anies, sekolah agama dan sekolah umum baik materi pendidikannya, tenaga pendidiknya, maupun fasilitasnya harus memiliki kesetaraan.

"Ketika ada kesetaraan yang nanti akan dimunculkan adalah generasi masa depan yang lebih baik. Itu pesan yang kami sampaikan juga terkait dengan keadilan," ungkapnya.

"Apalagi dalam visi misi kita jelas sekali disampaikan bahwa tidak boleh ada lagi perbedaan perlakuan antara sekolah agama dan sekolah umum. Karena itu kami ingin membawa Indonesia yang lebih adil. Negeri yang kemakmurannya dinikmati oleh semuanya," tandas Anies.

(RB)