Anies Hingga Khofifah Terima Penghargaan Pelopor Zona Integritas

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) memberi penghargaan kepada lembaga pemerintahan, kementerian, hingga pemerintah daerah terkait usaha mereka mempelopori terwujudnya zona integritas pada pelayanan publik.
Acara digelar dengan judul Apresiasi dan Penganugerahan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) /Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) Tahun 2019.
Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma'ruf Amin hadir pada acara tersebut dan memberikan langsung piagam penghargaan pada 16 penerima. Para penerima antara lain Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, Kementerian Keuangan, Kemenkumham, Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian,Kementerian Luar Negeri, Kementerian ATR-BPN, Kementerian Agama, Kemendikbud, BPOM, serta Polri.
Sisanya ada 3 orang individu, yang dianggap sebagai pelopor zona integritas yakni Letnan Jendral (purn) Terawan sebagai pejabat RSPAD, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa.
Wapres pun mengucapkan selamat kepada para penerima.
"Selamat dan apresiasi pada para peraih penghargaan atas keberhasilannya dalam membangun zona integritas di lingkungan unit kerja pada pelayanan publik, baik tingkat pemerintahan, lembaga, kementerian dan pemerintahan daerah," kata Ma'ruf di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (10/12).
Pada tahun ini, Kemenpan RB memberikan 57 penghargaan kategori WBK, dan 778 penghargaan kategori WBBM kepada lembaga pemerintahan, kementerian, dan pemerintahan daerah.
Penghargaan ini merupakan wujud atau motivasi dari KemenPAN-RB dalam melaksanakan program prioritas Presiden Joko Widodo pada periode keduanya. Ia menargetkan pemerintahannya menekan birokrasi yang rumit dan berbelit agar investasi tak terhalang.
"Tantangan utama dari pak Presiden dan Wakil Presiden, adalah pencapaian melalui transformasi ekonomi yang harus didukung industrialisasi yang memanfaatkan SDA, infrasturktur, dan penyederhanaan regulasi dan birokrasi," kata Tjahjo.
