Anies: Kemang Butuh Waktu untuk Surut karena Air dari Hulu Masih Deras

kumparanNEWSverified-green

Petugas mengevakuasi warga menggunakan perahu karet saat banjir di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (20/2).  Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas mengevakuasi warga menggunakan perahu karet saat banjir di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (20/2). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO

Gubernur Anies Baswedan berkeliling Jakarta untuk memantau penanganan banjir akibat hujan deras yang melanda Ibu Kota sejak Sabtu (20/2) dini hari. Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah adalah kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Anies mengatakan, wilayah ini membutuhkan waktu untuk surut karena banjir yang merendam kawasan itu berasal dari Depok, yang hingga kini debit airnya masih mengalir deras.

Pekerja membuang air yang masuk ke dalam tokonya saat banjir melanda salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (20/2). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO

"Saat ini kawasan Kemang misalnya, air dari hulu masih banyak, tetapi karena Kanal Banjir Barat jumlah airnya masih banyak sekali, sehingga tidak leluasa mengalir, oleh karena itu di Kemang akan perlu waktu untuk sampai airnya turun," ujar Anies usai meninjau Pintu Air Ciliwung Lama, Sabtu (20/2).

Anies mengatakan, air dari hulu masih mengalir dengan amat deras. Sehingga yang perlu dilakukan saat ini adalah memastikan keselamatan warga hingga air benar-benar surut.

Petugas mengevakuasi warga menggunakan perahu karet saat banjir di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (20/2). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO

"Jadi saat ini yang menjadi perhatian kita adalah satu, soal keselamatan warga. Mereka tetap disiapkan tempat pengungsian, sampai air surut di sungai yang mengalir dari hulu," jelas Anies.