Anies Kutip Johannes Leimena: Politik Bukan Alat Kekuasaan, tapi Etika Melayani

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anies Baswedan orasi di Islamic Center Ambon, Senin (15/1/2024). Foto: Hedi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Anies Baswedan orasi di Islamic Center Ambon, Senin (15/1/2024). Foto: Hedi/kumparan

Anies Baswedan, capres nomor urut 1, kembali berbicara soal pentingnya etika. Dia mengutip kalimat dari tokoh nasional dari Ambon, Johannes Leimena.

Kutipan yang disablon di baju Anies itu berbunyi: “Politik Bukan Alat Kekuasaan, tapi Etika Untuk Melayani”. Kaus tersebut dikenakan Anies saat menghadiri ‘Desak Anies’ di Ambon, Senin (15/1).

“Ini kami dapat kutipannya ini, kaus ini nih kutipannya, nih, “Politik Bukan Alat Kekuasaan, tapi Etika Untuk Melayani” kata siapa? Johannes Leimena,” ungkap Anies.

Anies mengenakan baju bertuliskan “Politik Bukan Alat Kekuasaan, tapi Etika Untuk Melayani”. dok Hedi/kumparan.

Leimena adalah Menteri Kesehatan di era presiden pertama Ir. Sukarno. Dia dikenang karena jasanya kepada bangsa dan gagasannya lewat ide Puskesmas, Pusat Kesehatan Masyarakat.

“Johannes Leimena ini, kalau Bapak, Ibu, teman-teman semua kata Puskesmas, Pusat Kesehatan Masyarakat, siapa yang menggagas itu? Johannes Leimena, orang yang menggagas konsep Puskesmas yang hari ini dirasakan manfaatnya di seluruh wilayah Indonesia,” kata Anies.

Dia berharap, Maluku selalu melahirkan orang-orang hebat. Terlebih Maluku sudah terkenal di global sejak zaman dahulu, masa-masa awal Nusantara.

“Jadi, kami menyatakan bahwa begitu banyak orang-orang hebat yang muncul, tumbuh dari Maluku,” pungkas Anies.