Anies Luncurkan Aplikasi Carik Jakarta, Perbaharui Data Keluarga DKI

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakrta Anies Baswedan saat memberikan sambuta di acara Temu Kader PKK Provinsi Jakarta di Gedung Veledrome, Jakarta Timur, Selasa (30/7). Foto: Ferry Fadhlurrahman/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakrta Anies Baswedan saat memberikan sambuta di acara Temu Kader PKK Provinsi Jakarta di Gedung Veledrome, Jakarta Timur, Selasa (30/7). Foto: Ferry Fadhlurrahman/kumparan

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meluncurkan aplikasi pendataan keluarga terpadu dengan nama Carik Jakarta. Aplikasi ini menjadi pusat data unit keluarga dan rumah di wilayah Jakarta.

Aplikasi yang dapat dimanfaatkan secara digital melalui ponsel pintar akan dipergunakan oleh penggerak PKK di seluruh wilayah Jakarta. Hal ini disampaikan saat Temu Kader PKK DKI di Gedung Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (30/7).

“Tadi diluncurkan program Carik Jakarta. Kita menggunakan bahasa daerah yaitu carik. Apa artinya carik itu? Kalau dulu di desa ada namanya juru tulis, sekarang namanya pendata. Kita serap bahasa daerah. Kita gunakan sebagai nama aplikasi kita,” ujar Anies di Velodrome.

“Siapa pendatanya? Ibu-ibu yang paling tahu kondisi masyarakat paling depan di Jakarta kita. Harapannya kita nanti akan punya potret sesungguhnya sesuai dengan kenyataan tentang kondisi masyarakat kita,” tambahnya.

Gubernur DKI Jakrta Anies Baswedan di Temu Kader PKK Provinsi Jakarta di Gedung Veledrome, Jakarta Timur, Selasa (30/7). Foto: Ferry Fadhlurrahman/kumparan

Anies menekankan Pemprov DKI siap bermitra dengan kader dan penggerak PKK. Ia berharap kolaborasi itu dapat menghasilkan kebijakan program kerja yang tepat sasaran dan tepat guna bagi masyarakat.

Ia mengatakan di dalam keluarga, ibu-ibu selalu menjadi orang paling tahu dalam kondisi sebuah masyarakat. Oleh karena itu, Pemprov DKI ingin menjangkau keluarga dan masyarakat dengan menggunakan jalur ibu-ibu PKK.

“Ini artinya pemerintah mempercayakan lewat ibu-ibu untuk bisa memastikan bahwa kondisi keluarga-keluarga dan kondisi masyarakat kita, dari mulai aspek yang paling dasar, misalnya kesehatan sampai kebutuhan-kebutuhan lain terpenuhi dengan baik,” jelas Anies lebih lanjut.

kumparan post embed

Anies berharap kehadiran aplikasi Carik Jakarta bisa mencatat data-data yang sebelumnya tidak terungkap. Mulai dari jumlah anggota keluarga hingga ketersediaan MCK di suatu rumah.

Data tersebut nantinya bisa menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan berbasis satu pintu. Sehingga, setiap dinas di Pemprov DKI tidak perlu berulang kali mendatangi setiap keluarga untuk mendapatkan informasi.