Anies: Pakai Masker Memang Tak Nyaman, Tapi Lebih Tak Nyaman Terpapar Corona

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali mendorong kampanye penggunaan masker. Sebab, pelanggaran masker sampai saat ini memang masih tinggi. Itu juga sejalan dengan pertumbuhan positif corona yang juga tinggi.
Anies mengatakan, menggunakan masker memang tak nyaman. Apalagi menggunakannya di tempat yang panas. Tapi, lebih baik tak nyaman menggunakan masker daripada dirawat di rumah sakit.
"Pakai masker itu enggak nyaman, di ruang AC mungkin biasa saja, tapi kalau di luar panas waduh pakai masker enggak nyaman betul. Jadi ibu-ibu semua, mari kita akui masker enggak nyaman, tapi lebih nyaman daripada dirawat di rumah sakit karena corona," ujar Anies dalam diskusi bersama PKK DKI, Jumat (4/9).
Dia menyebut, sampai vaksin medis ditemukan, masker menjadi vaksin corona saat ini. Sebab masker memang terbukti mampu membendung penularan corona.
Jadi jangan bilang pakai masker nyaman, tidak. Tapi inilah vaksin kita sebelum ditemukan vaksin yang disuntikkan.
Anies Baswedan
Anies pun meminta agar jajaran PKK mengkampanyekan kembali penggunaan masker di wilayah masing-masing. Sehingga penularan corona di Jakarta dapat segera selesai.
"Sekarang lagi masa ujian, cobaan, masker dipakai terus. Jadi saya berharap ibu-ibu kembali ingatkan dan Jakarta sudah bagi masker jauh sebelum deklarasi penggalangan masker seluruh Indonesia," tuturnya.
Denda Tak Pakai Masker
Untuk diketahui, data terakhir menunjukkan pelanggaran masker menjadi penyumbang terbesar denda PSBB. Padahal, denda masker hanya Rp 250 ribu setiap pelanggaran. Namun sampai saat ini sudah terkumpul lebih dari Rp 2 miliar.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
