Anies: Pengunjung Pasar Tanah Abang Kemarin Melonjak 87 Ribu, Tak Terduga

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga memadati kawasan Jembatan Penyeberangan Multiguna atau Skybridge Tanah Abang di Jakarta, Kamis (29/4/2021). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Warga memadati kawasan Jembatan Penyeberangan Multiguna atau Skybridge Tanah Abang di Jakarta, Kamis (29/4/2021). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

Pasar Tanah Abang dipadati pengunjung di akhir pekan ini. Kepadatan jelang Lebaran tentu mengkhawatirkan di tengah penyebaran COVID-19 yang masih terus terjadi di Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut lonjakan pengunjung Pasar Tanah Abang pada Sabtu (1/5) kemarin, mencapai 87 ribu orang. Ia pun tak menyangka lonjakan pengunjung sebesar itu.

"Memang Pak Dirut Pasar Jaya melaporkan bahwa terjadi lonjakan yang luas biasa hari Sabtu kemarin. Hari Jumat dan hari-hari biasanya itu paling sekitar 35 ribu. Kemarin itu 87 ribu orang yang datang," kata Anies di Gedung Disdik DKI Jakarta, Minggu (2/5).

"Jadi, memang hari kemarin terjadi lonjakan yang tidak terduga," tambahnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau RSUD Tanah Abang, Jakarta, Selasa (2/2). Foto: Instagram/@aniesbaswedan

Untuk mengantisipasi hal serupa Anies mengatakan, Pemprov DKI menerjunkan personel gabungan tambahan untuk memantau dan mencegah bila terjadi kerumunan.

"Nah hari ini kita kerahkan 750 personel membantu Pasar Jaya untuk bisa mengendalikan pergerakan dan memastikan orang menggunakan masker, mengikuti protokol kesehatan. Jadi, 250 dari satpol PP, 250 dari Polda, 250 dari Kodam," jelasnya.

Warga memadati kawasan Jembatan Penyeberangan Multiguna atau Skybridge Tanah Abang di Jakarta, Kamis (29/4/2021). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

Sebelumnya, Jubir Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyayangkan kerumunan yang terjadi di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, belakangan ini. Seakan-akan pandemi corona telah berlalu.

Wiku sangat khawatir terjadi lonjakan kasus karena ini. Klaster baru pun mungkin timbul.

"Kami mohon ketegasan dari Satgas Daerah (Pemprov DKI Jakarta) serta Satgas di wilayah pengelola pasar untuk merancang sistem yang efektif untuk menghindari kerumunan di Tanah Abang," kata Prof Wiku melalui pesan singkat, Minggu (2/5).