Anies: Petugas Medis di Ambulans yang Diamankan Polisi Cedera Kaki

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Efira Tamara Thenu/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Efira Tamara Thenu/kumparan

Polisi telah mengakui kesalahannya karena menuding lima mobil ambulans milik Pemprov DKI Jakarta dan Palang Merah Indonesia (PMI) membawa batu dan bensin untuk menyuplai pendemo.

Tiga petugas dari Puskesmas Kecamatan Pademangan yang sempat ditahan oleh Polda Metro Jaya juga telah dibebaskan. Namun, rupanya, ada petugas yang mengalami luka-luka karena dipaksa turun dari mobil ambulans.

"Kita tidak tahu lengkap siapa saja yang berada di lokasi. Tapi bahwa petugas medis mengalami cedera itu fakta. Faktanya cedera. Faktanya kakinya tidak bisa bergerak," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (27/9).

Anies mengatakan, petugas medis itu mengalami cedera di bagian kaki dan benturan di kepalanya.

Wartawan mengambil gambar mobil ambulans milik Pemprov DKI Jakarta yang ditahan di Halaman Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (26/9/2019). Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir

“Kemudian ada benturan juga di kepala, itu faktanya ada. Tapi pelakunya siapa dan lain-lain, saya pun tidak tahu,” ujar dia.

Namun siapa pelaku yang membuat petugas Dinkes terluka ini masih belum diketahui. Anies menyerahkan investigasi kepada pihak kepolisian, karena saat kejadian banyak orang yang berseragam maupun nonseragam.

Ia menegaskan seluruh petugas Dinas Kesehatan DKI bekerja sesuai dengan prosedur tetap (protap). Sehingga mereka tetap bisa bekerja dan terlindungi, meski harus bekerja melakukan hal-hal yang sulit.

"Kalau mengikuti protap kan sebagai negara bergerak mengikuti protap. Tapi kalau di luar kan pribadi, kalau pribadi bisa dituntut, Kalau ikut protap aman," tandasnya.

Setidaknya ada empat ambulans PMI dan satu ambulans Puskesmas Pademangan milik Dinkes DKI yang diamankan polisi, termasuk petugas medis.

Akun Twitter TMC milik Polda mengunggah kabar itu dilengkapi video yang berisi suara seseorang yang menyebut bahwa ambulans itu membawa batu untuk pendemo, tapi tidak tampak batu di video itu. Twit itu kemudian dihapus.

Polda Metro Jaya telah mengakui mereka salah. Tidak ada batu di ambulans itu. Penjelasan yang benar, saat aksi kericuhan pada Rabu (25/9), terdapat massa yang membawa batu dan kembang api lalu tersudut. Mereka lalu mencari perlindungan di dalam ambulans.

"Perusuh itu pun membawa alat ini, batu. Ini, dia mencari perlindungan masuk ke mobil PMI. Membawa batu dan kembang api, jadi masuk ke sana, masuk ke mobil," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono.

kumparan post embed