Anies Resmikan Stasiun Integrasi Tebet-Palmerah: Lebih Terjangkau dan Prediktif

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang warga berfoto di Halte Integrasi Stasiun Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (17/9).  Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Seorang warga berfoto di Halte Integrasi Stasiun Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (17/9). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN akhirnya menyelesaikan kembali 2 penataan stasiun terintegrasi di Jakarta. Kedua stasiun itu, yakni Stasiun Tebet dan Stasiun Palmerah.

“Hari ini juga meresmikan (penataan) stasiun kelima dan keenam yang menjadi simpul integrasi transportasi," kata Anies di Jakarta, Rabu (29/9).

Sebelumnya, Jakarta bersama pemerintah pusat sudah lebih dulu merevitalisasi 4 stasiun, yakni Tanah Abang, Senen, Sudirman, dan Juanda. Anies menilai, kerja sama yang baik ini memberi dampak nyata untuk masyarakat.

“Kita berharap dengan pengintegrasian ini, lebih banyak warga yang merasakan naik kendaraan umum itu pilihan yang rasional, karena terjangkau secara jarak, biaya, predictable secara waktu, dan bisa sambil mengerjakan aktivitas lain, sehingga naik kendaraan umum kita akan lebih produktif,” tambahnya.

Desain Stasiun Palmerah. Foto: Dok. dkijakarta

Selain revitalisasi stasiun dan juga penandatanganan dokumen integrasi transportasi Jabodetabek, Anies juga memaparkan rencana pembangunan Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) yang rencananya selesai Juni tahun 2022. JPM ini direncanakan rampung bersamaan dengan beroperasinya LRT Jabodebek dan juga revitalisasi Stasiun Sudirman.

Anies menjelaskan bahwa seluruh pendanaan ini tidak membebankan APBN dan juga APBD DKI Jakarta melainkan menggunakan creative financing.

“Inilah yang kami haturkan kepada warga Ibu Kota dan sekitarnya bahwa transportasi umum di Jakarta makin hari makin terintegrasi. Bisa pergi dari mana saja ke mana saja menggunakan satu sistem,” terangnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat peresmian Integrasi Transportasi Jabodetabek. Foto: YouTube/JakLingko Indonesia

Untuk memberikan penghargaan dan rasa terima kasih kepada masyarakat DKI Jakarta yang berjasa, Anies meresmikan SuperApp JakLingko yang dilengkapi fitur price difference. Di mana fitur ini memungkinkan masyarakat mendapatkan tarif transportasi berbeda-beda sesuai dengan latar belakang.

“Hari ini juga soft launching ticketing JakLingko. Sistem ini memungkinan adanya price difference, sehingga kita bisa memberikan harga berbeda untuk penumpang-penumpang yang berjasa di Jakarta, misal pada veteran, pensiunan, pelajar dan lain sebagainya, itu bisa diberi harga lebih murah. Jadi, public transport bukan sekadar memindahkan kita ke tempat lain, tetapi juga sebagai simbol kota ini memberikan penghargaan untuk orang yang berjasa,” tandasnya.