Anies: Sebagian Dokter dan Perawat di DKI Ada yang Tertular Corona

kumparanNEWSverified-green

comment
46
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan keterangan pers di Balai Kota Jakarta, Sabtu (14/3).  Foto: Paulina Herasmarindar/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan keterangan pers di Balai Kota Jakarta, Sabtu (14/3). Foto: Paulina Herasmarindar/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan ada anggota medis di Jakarta yang sudah tertular virus corona (COVID-19). Namun, Anies tak merinci detail jumlah maupun di mana para dokter dan perawat itu praktik.

"Perawat, dokter, bekerja nonsetop, dan sudah ada sebagian dari mereka tertular COVID-19. Mereka paling berisiko menjalani tugas untuk pembatasan penyebaran COVID-19," ujar Anies saat konferensi pers di Balai Kota, Sabtu (14/3).

Untuk itu, Anies meminta masyarakat menghargai dan menghormati pelayanan tenaga medis. Sebab, dokter dan perawat adalah orang-orang yang berada di garda terdepan membantu pasien.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan keterangan pers di Balai Kota Jakarta, Sabtu (14/3). Foto: Paulina Herasmarindar/kumparan

"Saya minta kepada masyarakat yang dapat pelayanan untuk menghargai, menghormati, semua memerlukan pelayanan cepat, tapi di banyak tempat, karena yang datang jumlahnya banyak, saya minta sabar dan hormati nasihat langkah oleh dokter dan perawat," tuturnya.

Anies lalu menjabarkan data dokter dan perawat yang ada di Jakarta. Tercatat ada 3.350 dokter dan 7.300 perawat, serta 1.338 klinik yang tersebar di Jakarta. Anies mengingatkan, seluruh tenaga medis kini memiliki beban pekerjaan yang tidak mudah.

"Kami, Pemprov DKI, menyampaikan penghargaan tertinggi," ungkapnya.

Anies memutuskan untuk menutup kegiatan belajar mengajar sementara di sekolah, termasuk menutup seluruh tempat hiburan di Jakarta. Keputusan ini menyusul pengumuman 69 orang di Indonesia yang positif corona, 4 meninggal, dan 5 berhasil sembuh.

Petugas ambulans yang mengenakan pakaian hazmat, tiba di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Kamis (5/3). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan