Anies Sebut 63 Persen Orang Indonesia Nonton Film Bajakan
·waktu baca 2 menit

Capres 01 Anies Baswedan bicara soal industri perfilman di Indonesia. Ia menyebut masih ada 63% orang Indonesia yang menonton film bajakan.
Data itu diungkap Anies dalam diskusi bersama penggiat film di Gedung Perfilman Usmar Ismail, Kuningan Jakarta Selatan, pada Sabtu (20/1).
"Fakta ini semua sudah tahu nih baru 22 persen punya layar bioskop, 69 persen ada di Jawa, kemudian 63 persen warga Indonesia penikmat film bajakan, ini kan fatal," ujar Anies dalam paparannya.
Untuk mengatasi kondisi itu, menurut Anies perlu keseriusan penegak hukum dalam menindak para pelaku. Sebab pembajakan sama seperti pencurian.
"Nah, itu penegakkan hukum. Jadi bagaimana kita seriusi penegakkan dalam urusan pembajakan ini," ujar Anies.
Di sisi lain masyarakat juga perlu untuk diberikan pemahaman soal menonton karya bajakan sama dengan mencuri. Dengan begitu diharapkan penonton film bajakan bisa berkurang.
"Kemudian yang kedua membangun kesadaran juga bahwa menonton bajakan itu sebetulnya seperti pencurian, jadi kesadaran," sambungnya.
Selain menyebutkan buruknya perilaku nonton film masyarakat Indonesia, Anies juga memaparkan sejumlah kondisi lainnya.
Berikut data lengkap yang dipaparkan eks Gubernur DKI Jakarta itu:
Hanya 22% kabupaten/kota di seluruh Indonesia memiliki layar bioskop
69% bioskop yang ada di Indonesia berada di Pulau Jawa
Ada 2.145 layar bioskop untuk 278 juta penduduk Indonesia. Sementara Korea Selatan punya 5.000 layar bioskop untuk 50 juta penduduknya.
63% warga Indonesia penikmat film bajakan yang merugikan industri film sebesar Rp 5 triliun/tahun.
56% pekerja film bekerja 16-20 jam per hari. Normalisasi budaya bekerja lebih (overwork) membahayakan kesehatan pekerja.
1 dari 10 lulusan sekolah film tidak terserap industri. Artinya menjadi mismatch kebutuhan.
