Anies Sindir Birokrasi: Awal Minta Karantina, tapi Pemerintah Minta PSBB

9 April 2020 19:47 WIB
comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Anies Baswedan saat konferensi pers di Pendopo Balai Kota Jakarta, Rabu (8/4). Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta
zoom-in-whitePerbesar
Anies Baswedan saat konferensi pers di Pendopo Balai Kota Jakarta, Rabu (8/4). Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memutuskan PSBB di Jakarta dapat diberlakukan. Pemberlakuan itu mulai efektif pada 10 April besok.
ADVERTISEMENT
Namun, butuh waktu sampai akhirnya Terawan mengizinkan PSBB diberlakukan. Gubernur DKI Anies Baswedan menyebut sebelum meminta PSBB di Jakarta diberlakukan, dia terlebih dahulu meminta karantina Jakarta, yang kemudian ditolak oleh pemerintah pusat.
"Awal minta karantina, tapi pemerintah minta PSBB. Jadi sekarang kita buat peraturan, lalu peraturan harus dilaksanakan semua. Jadi prinsipnya semua kegiatan di luar rumah ditiadakan, kecuali ada beberapa faktor menyangkut kebutuhan pokok supaya kehidupan kita masih bisa jalan. Sama dengan kendaraan bermotor pribadi atau umum," kata Anies dalam wawancara bersama kumparan, Kamis (9/4).
Kendaraan melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Memang Anies pernah menyurati Presiden Jokowi untuk meminta pemberlakuan lockdown di Jakarta. Anies juga meminta pertimbangan ke Jokowi soal pemberlakuan lockdown di Jabodetabek.
Surat tersebut bernomor 143 tertanggal 28 Maret 2020. Surat itu diterima Istana pada 29 Maret 2020.
ADVERTISEMENT
Namun karena Jokowi kemudian mengumumkan pemberlakuan status PSBB, maka dengan permintaan Anies untuk lockdown Jakarta ditolak oleh Istana. Meski demikian, langkah-langkah pembatasan sosial memang sudah diterapkan di Jakarta sejak awal Maret.
"Jadi, pertama, betul sekali bahwa Jakarta sudah terapkan pembatasan sosial. Sudah 3 minggu kita sejak awal Maret (terapkan) langkah-langkah pencegahan," tuturnya.
Penumpang duduk di kusri yang dibatasi jaraknya di sebuah stasiun KRL di Jakarta, Indonesia. Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana
Pembatasan sosial seperti belajar di rumah, bekerja di rumah, dan beribadah di rumah sudah dilakukan selama 3 minggu belakangan. Namun, selama 3 minggu penularan masih terus terjadi. Hal ini dibuktikan dengan jumlah kasus positif corona yang terus meningkat, dan angkanya terbesar berada di Jakarta.
"Nah perjalanan 3 minggu ini ternyata angka pertumbuhan kasus penularan masih terus jalan. Artinya masih terjadi perpindahan. Kan tujuan kurangi kegiatan supaya bisa motong mata rantai penularan," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
"Virus kan pindah dari manusia ke manusia. Kalau kita kurangi interaksi bisa tahan virus. Jadi lawan kita enggak kelihatan, jadi langkah yang dilakukan kurangi interaksi," pungkasnya.
==========
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!