Anies Soal BPJS: Pelayanan Harus Kesetaraan, Siapa yang Biayai Itu Nomor Dua

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Capres 01 Anies Baswedan menyampaikan paparannya pada acara Desak Anies bersama tenaga kesehatan (Nakes) di Jakarta, Kamis (18/1/2024). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Capres 01 Anies Baswedan menyampaikan paparannya pada acara Desak Anies bersama tenaga kesehatan (Nakes) di Jakarta, Kamis (18/1/2024). Foto: Dok. Istimewa

Capres 01 Anies Baswedan menjawab pertanyaan para tenaga kesehatan yang hadir di Acara Desak Anies Edisi Nakes soal BPJS Kesehatan.

Awalnya, Anies ditanya bagaimana ia menyelesaikan ketimpangan antara pasien BPJS dan non-BPJS, khususnya dalam akses pelayanan.

“Jadi prinsipnya adalah kesetaraan, tentang siapa yang membiayai itu nomor dua. Tapi pelayanannya harus setara,” kata Anies.

Anies memberikan contoh bagaimana penerapan pelayanan kesehatan di DKI Jakarta selama ia menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.

Capres 01 Anies Baswedan mengunjungi Foodtruck untuk capres 01 Anies Baswedan di venue Desak Anies, Jakarta Selatan, Kamis (18/1/2024). Foto: Haya Syahira/kumparan

“Di Jakarta, semua peristiwa kekerasan yang harus mendapatkan pelayanan rumah sakit, itu kita tanggung biayanya, baik KTP DKI maupun KTP luar DKI,” kata Anies.

“Lalu perempuan yang mengalami kekerasan, itu pelayanan semuanya di rumah sakit sampai safe house-nya tidak dilihat KTP-nya lagi, itu adalah tanggung jawab negara,” lanjutnya.

Sehingga, janjinya ketika terpilih menjadi presiden adalah merombak sistem administrasi BPJS.

“Kami ingin pelayanan kesehatan menomorsatukan substansinya, membuat orang sehat bukan menomorsatukan administrasinya,” pungkasnya.