Anies soal Isu Polarisasi: Yang Penting Dijaga, Tak Jadi Konflik

Bacapres Koalisi Perubahan Anies Baswedan mengamini bahwa di setiap kontestasi politik tentunya selalu ada polarisasi. Bahkan, kata Anies, kontestasi yang tanpa orang, tanpa agama, tanpa keyakinan dan tanpa suku pun sarat akan polarisasi.
"Misalnya Brexit. Itu terjadi polarisasi di Inggris. Padahal enggak ada orangnya. Bagaimana kontestasi ada orangnya? Pasti ada polarisasi," kata Anies kepada wartawan di Kantor DPP Partai Demokrat, Kamis (2/3).
Anies mengatakan, jika yang berada di dalam kontestasi itu laki-laki dan perempuan, pasti isu gender yang dominan. Kalau di dalam kontestasi itu adalah suku, pasti isu etnis yang muncul.
"Kalau di pilkada itu antara putra daerah dan putra luar daerah, isu putra daerah muncul. Kalau di dalam pemilu itu, antara satu agama Islam, satu agama Kristen, pasti isu agama muncul," ucapnya.
Anies menilai polarisasi adalah suatu entitas yang pasti terjadi.
"Yang penting polarisasi itu dijaga. Tidak menjadi friksi, tidak menjadi konflik apalagi menjadi perpecahan," kata Anies.
Anies Baswedan pagi ini menyambangi kantor DPP Partai Demokrat. Anies datang untuk menyampaikan gagasan perubahan di 2024.
Usai pertemuan terbatas itu, Anies dan Ketum PD AHY menggelar konferensi pers. Dalam konferensi pers itu, Anies Baswedan memuji kinerja Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang memimpin Indonesia dua periode. Anies memuji ayah AHY itu adalah presiden yang menjaga netralitas hukum dan demokrasi di Indonesia.
"Ini tidak lepas barangkali dari sejarah, bahwa beliau Pak SBY adalah presiden Indonesia pertama yang dipilih secara langsung oleh rakyat di dalam sebuah pesta demokrasi tahun 2004 waktu itu," kata Anies.
