Anies soal Serapan APBD Masih di Bawah Target: Insyaallah di Atas 82%

kumparanNEWSverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Penyerapan anggaran Pemprov DKI menjelang akhir tahun masih di bawah target. Dilihat dari situs https://publik.bapedadki.net, hingga Jumat (20/12) pukul 09.51 WIB, penyerapan APBD DKI 2019 baru terealisasi 74,5 persen.

Padahal, Pemprov DKI menargetkan penyerapan anggaran tahun 2019 sebesar 85 persen, dari total APBD DKI Rp 86,89 triliun.

Menanggapi hal ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan pihaknya telah mengetahui tahun ini terjadi penurunan pemasukan, yang akhirnya ikut berpengaruh ke penyerapan anggaran.

"Berbeda dengan tahun lalu, karena kita tahu bahwa kita mengalami penurunan pemasukan dan karena itu kita mengendalikan," ucap Anies di Food Station Tjipinang Jaya, Jakarta Timur, Jumat (20/12).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat di Rapat Paripurna DPRD Provinsi DKI Jakarta. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Anies Baswedan tetap optimistis penyerapan anggaran hingga akhir tahun bisa terus bertambah, meski sedikit di bawah target.

"Harapannya serapan kita nanti aman, sesuai dengan penerimaan yang kita miliki. Tapi target serapan insyaallah akan disampaikan di atas 82 (persen), tapi mungkin sekitar 83-84 persen," jelasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah menuturkan pihaknya masih optimistis penyerapan anggaran Pemprov DKI 2019 sesuai target, bahkan melebihi 85 persen. Sebab, data penyerapan belum sepenuhnya valid dan akan dicek kembali pada 31 Desember malam.

"Saya rasa lebih baiklah, pokoknya selalu lebih baik dari tahun lalu. Kita tunggu saja," ucap Saefullah, Kamis (19/12).

"Nanti kia mau cek itu valid (hasil akhir) tanggal 31 (Desember). Biasanya keuangan kami balance di pukul 19.00 WIB," lanjut dia.

Sekda DKI Jakarta, Saefullah. Foto: Moh Fajri/kumparan

Menurut Saefullah, pihaknya memang belum membayarkan sejumlah program, yang berujung anggaran belum sepenuhnya terserap. Sebab, harus ada permintaan bayar dulu dari luar, baru setelahnya uang akan dikeluarkan sebagai bentuk penyerapan.

Dalam situs Bappeda DKI, realisasi belanja langsung dan belanja tidak langsung sebesar Rp 58 triliun, dari total alokasi Rp 77,8 triliun.

Belanja langsung terdiri dari belanja pegawai, barang jasa, dan modal, dan baru terserap Rp 29,8 triliun atau 66,9 persen dari alokasi Rp 44,5 triliun.

Sedangkan belanja tidak langsung baru terserap Rp 29,1 triliun, atau 84,6 persen dari alokasi Rp 33,2 triliun. Belanja tidak langsung terdiri dari belanja pegawai, hibah, tak terduga, bunga, subsidi, bantuan sosial, dan bantuan keuangan.