Anies: Sumur Resapan Masih Perlu Dibangun di Daerah Cekungan

5 Oktober 2022 12:05 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Sumur resapan di sepanjang Jalan D.I Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur. Foto: Haya Syahira/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sumur resapan di sepanjang Jalan D.I Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur. Foto: Haya Syahira/kumparan
ADVERTISEMENT
Anies Baswedan telah membuat beberapa program penanganan banjir selama ia menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Salah satu programnya adalah membangun puluhan ribu sumur resapan.
ADVERTISEMENT
Pembangunan sumur resapan ini diklaim oleh Anies efektif menangani banjir di wilayah dataran cekung di DKI Jakarta yang banyak ditemui di wilayah selatan Jakarta.
“Karena memang tempat-tempat yang cekungan seperti inilah yang paling potensi [banjir]. Di situlah yang harus dipompa. Di situlah jawaban mengapa sumur resapan itu penting [dibangun],” kata Anies kepada wartawan seusai meninjau lokasi Jakarta Recycle Center di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Rabu (5/10).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau Jakarta Recycle Center (JRC) di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Rabu (5/10/2022). Foto: Haya Syahira/kumparan
“Sumur resapan itu penting untuk daerah yang cekung. Kalau daerahnya tidak cekung, air mudah mengalir, tapi daerah-daerah yang cekung ketika terjadi hujan dengan volume yang amat tinggi lalu diandalkannya pompa untuk mengalirkan ke tempat lain,” jelasnya.
Berbeda dengan klaim Anies, DPRD DKI Jakarta justru menilai pengadaan sumur resapan ini tidak efektif. Akibatnya, DPRD memutuskan untuk mencoret anggaran pembangunan sumur resapan tahun ini.
ADVERTISEMENT
Keputusan ini diambil oleh DPRD DKI Jakarta karena melihat pembangunan sumur resapan yang sebagian dilakukan oleh kontraktor cenderung dilakukan asal dan malah merusak.
Namun, menurut Anies pembangunan sumur resapan ini harusnya dilihat dari segi fungsionalnya, bukan hanya fokus pada masalahnya saja. Ke depannya Anies ingin pembangunan sumur resapan ini untuk dilanjutkan.
Banjir di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (4/10) malam. Foto: Jonathan Devin/kumparan
“Kami berharap kedewasaan kita semua untuk melihat ini sebagai sebuah problem yang diselesaikan secara scientific, bukan semata-mata secara politik. Karena itu yang dibutuhkan untuk ini adalah program sumur resapan di kawasan-kawasan yang cekung,” tuturnya.
Pembangunan sumur resapan ini juga dirumuskan oleh Anies dalam Rencana Pembangunan Daerah (RPD) tahun 2023-2026. Meski berupa rencana, siapa pun penerus Anies diminta untuk melakukan pembangunan kota berlandaskan pada RPD ini.
ADVERTISEMENT
“Penanganan banjir Jakarta tidak lagi hanya membuat atau meluruskan aliran sungai-sungai dengan konstruksi beton atau sheetpile. Air yang mengalir dari selatan Jakarta ke muara utara Jakarta dapat ditahan lebih lama, melalui pembangunan waduk-waduk dan memperbanyak sumur resapan di daerah selatan Jakarta,” demikian tertulis dalam RPD 2023-2026.