Anies Tak Buru-buru Tentukan Cawapres: Koalisi Masih Berjalan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anies Baswedan, Prananda Paloh, Willy Aditya, dan Johhny Plate di peluncuran program penjaringan caleg NasDem Memanggil. Foto: Annisa Thahira Madina/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Anies Baswedan, Prananda Paloh, Willy Aditya, dan Johhny Plate di peluncuran program penjaringan caleg NasDem Memanggil. Foto: Annisa Thahira Madina/kumparan

Anies Baswedan mengaku hingga saat ini belum mengantongi nama cawapres untuk mendampinginya di Pemilu 2024. Anies merupakan bakal calon presiden usai mendapat dukungan dari NasDem.

Menurut Anies, masih banyak waktu hingga pendaftaran capres-cawapres 2024. Ia tidak akan buru-buru mencari cawapres.

"Pertama, waktunya masih panjang, jadi kita tidak terburu-buru menentukan. Kemudian yang kedua, proses pembentukan koalisi masih berjalan," kata Anies usai menghadiri peluncuran program penjaringan caleg, NasDem Memanggil, di NasDem Tower, Senin (17/10).

"Jadi saya rasa akan lebih bijak apabila proses penentuan pasangan itu dilakukan dengan saksama, dan bukan dalam tempo sesingkat-singkatnya," lanjut dia.

Anies kemudian ditanya soal pertemuannya dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa belum lama ini.

Eks Gubernur DKI Jakarta itu menerangkan, pertemuan dengan Andika sudah lama terjadi dan dalam rangka membahas pembangunan ibu kota.

"Itu pertemuannya sudah sebulan yang lalu, ada beberapa program-program yang terkait dengan Jakarta, lalu ada kaitannya dengan TNI, ada membahas bersama, pembahasan kebanyakan berurusan dengan kerjaan, terkait dengan Jakarta dan TNI. Itu sudah sebulan yang lalu kira-kira," kara dia.

Infografik Anies Capres 2024 Foto: kumparan

3 Kriteria Cawapres Anies

Anies menjelaskan, cawapresnya tak harus berasal dari parpol koalisi. Tetapi, ada 3 kriteria yang harus dimiliki calon wakilnya di Pilpres 2024 nanti.

"Saya rasa tidak ada ketentuan apa pun, kita lihat, saya lihat tiga kriterianya. Satu, memberikan kontribusi dalam proses pemenangan," jelas dia.

"Dua, membantu memperkuat koalisi, stabilitas koalisi. Ketiga, bisa membantu dalam pemerintahan yang efektif. Tiga pertimbangan itu yang menjadi faktor dan nama belum ada," tandasnya.