Anies Tambah Personel Keamanan di Pasar Tanah Abang untuk Batasi Pengunjung

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberi sambutan saat melakukan kunjungan di Kabupaten Ngawi. Foto: PPID DKI Jakarta
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberi sambutan saat melakukan kunjungan di Kabupaten Ngawi. Foto: PPID DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menambah personel gabungan untuk mengantisipasi kerumunan di Pasar Tanah Abang, seperti yang terjadi pada Sabtu (1/5) kemarin. Hal ini demi mencegah penularan corona.

"Hari ini kita kerahkan 750 personel membantu Pasar Jaya untuk bisa mengendalikan pergerakan dan memastikan orang menggunakan masker, mengikuti protokol kesehatan. Jadi, 250 dari satpol PP, 250 dari Polda, 250 dari Kodam," kata Anies di Gedung Disdik DKI Jakarta, Minggu (2/5).

Personel itu, kata Anies, akan memantau dan mencegah bila terjadi kerumunan pengunjung. Serta memastikan pengunjung yang hadir tetap menaati protokol kesehatan.

"Siang hari ini mereka akan berada di lapangan bekerja untuk memastikan bahwa jumlah warga yang datang ke pasar, yang tinggi itu, kita sama sekali tidak terprediksi kemarin muncul angka 2 kali lipat dari biasanya," ujarnya.

Warga memadati kawasan Jembatan Penyeberangan Multiguna atau Skybridge Tanah Abang di Jakarta, Kamis (29/4/2021). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

Menurut Anies, dengan penambahan personel pengawasan tak akan berarti apa-apa jika pengunjung tetap abai pada protokol kesehatan. Oleh sebab itu Anies mengimbau agar pengunjung Pasar Tanah Abang sadar akan protokol kesehatan.

Jangan sampai, kerumunan di Pasar Tanah Abang menjadi klaster penularan virus corona.

"Jadi, satu sisi disiapkan petugas untuk mengawasi, di sisi lain mari kita sadar jangan sampai ini media penularan. Kita juga bertanggung jawab pada diri kita sendiri," imbuhnya.

"Karena kalau tertular, kita-kita yang datang juga yang tertular, jadi kita butuh dua-duanya, bagi kami siapkan petugas, bagi masyarakat ayo kalau lihat tempat, masuk restoran lebih dari 50 atau mendekati 50 persen, jangan masuk. Jadi, kita harus ikut menjaga sama-sama," tandasnya.