Anies Tanggapi Penolakan Djarot di Masjid At-Tin

Kehadiran Cawagub DKI Djarot Syaiful Hidayat ke acara haul Soeharto di Masjid At-Tin, Sabtu (11/3), menuai penolakan sehingga disoraki dan sempat tertahan. Apa tanggapan Anies yang juga hadir di acara itu?
"Setahu saya beliau masuk dan salat Isya sama-sama di sana," ujar Anies memberikan tanggapan setelah berkampanye di Kalipasir, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (12/3).
Anies mengatakan, dalam demokrasi yang baik, harus saling menghormati. Menurutnya, jika ingin dihargai oleh masyarakat, maka seorang pemimpin harus menghargai masyarakat pula.

"Karena itu jangan pernah melecehkan karena masyarakat juga akan merespon balik. Jadi kalau pemimpin menghargai rakyat insyaallah rakyat menghargai pemimpin," tambah Anies tak merinci maksudnya.
Seorang pemimpin juga kata Anies, harus bisa membangun persatuan dan mengayomi semua warganya. Ia berjanji jika terpilih nanti tidak akan menjadi pemimpin bagi segelintir orang saja.
"Kita juga berharap pada warga siapapun yang datang dihormati. Siapapun yang hadir diajak dialog. Menjunjung tinggi adab dan adabnya itu kalau ada tamu dihormati," ujarnya.
Kehadiran Djarot di Masjid At-Tin dikawal oleh beberapa orang. Namun massa yang sudah tiba sejak sore menolak kehadiran Djarot. Suasana sempat chaos karena massa mencegat Djarot. Mereka berteriak-teriak meminta Djarot tak bergabung dalam pengajian memperingati Supersemar ke-51 tersebut.
"Usir, larang masuk, musyrik, munafik," demikian teriakan-teriakan warga yang menolak kehadiran Djarot.
Dalam acara itu hadir Anies Baswedan, Prabowo Subianto, Titiek Soeharto, Hidayat Nur Wahid dan lainnya.
