Anies Tegaskan Pembangunan Halte TransJ Bundaran HI Sesuai Prosedur: Boleh Dicek

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Guberur DKI Jakarta Anies Baswedan di Halte Bundaran HI, Rabu (12/10/2022). Foto: Fadlan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Guberur DKI Jakarta Anies Baswedan di Halte Bundaran HI, Rabu (12/10/2022). Foto: Fadlan/kumparan

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mengatakan proyek revitalisasi Halte Transjakarta Bundaran HI sudah melalui prosedur yang benar. Salah satunya soal tidak adanya pelanggaran dalam proses administrasi cagar budaya.

"Enggak-enggak. Kalau soal administratifnya boleh diuji. Kalau soal administrasinya enggak mungkin dilanggar," ungkap Anies saat ditemui kumparan di Halte Transjakarta Bundaran HI, Rabu (12/10).

"Bahkan ada suratnya, cuma memang suratnya enggak disebarin aja," lanjutnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau halte Bundaran HI, Jakarta, Jumat (7/10/2022). Foto: Haya Syahira/kumparan

Anies menjamin sudah mengantongi surat dari pihak Tim Ahli Cagar Budaya dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta.

Namun, Anies menolak memberi tahu isi surat dari pihak TACB tersebut.

"Jangan saya, itu urusan yang lain. Tapi begini maksud saya. Propernya dilakukan enggak mungkin berani melakukan pembangunan di tempat seperti ini tanpa mengikuti prosedur. Cuma kan kita ini selalu udahlah enggak apa-apa dah, enggak usah selamanya harus dibalas dengan jawaban," tutur Anies.

Ia juga menambahkan, dirinya cenderung tidak ikut berbagai polemik dan membiarkan waktu yang akan membuktikan.

"Buat apa kita berdebat imajinasi, toh saya hormat dan saya merasa itu adalah yang membuat kita semua menjadi saling belajar harus memberikan penjelasan lengkap, harus memberikan paparan perencanaan lengkap," tuturnya.

Protes soal Halte Bundaran HI

Suasana Halte Bundaran HI, Jakarta, Jumat (7/10/2022). Foto: Haya Syahira/kumparan

Sejarawan JJ Rizal meminta Anies dan Transjakarta menghentikan proyek revitalisasi Halte Tosari-Bundaran HI karena revitalisasi tersebut menghalangi pandangan warga yang melintas di Jalan MH Thamrin ke Patung Selamat Datang.

"Mohon Pak Gubernur @aniesbaswedan setop pembangunan halte @PT_Transjakarta yang arogan di kawasan cagar budaya penanda sejarah perubahan kota kolonial jadi kota nasional warisan Sukarno," ucapnya dalam akun Twitter @JJRizal, Kamis (29/9).

Ia mengatakan Patung Selamat Datang adalah warisan dari Presiden pertama RI Soekarno bersama Gubernur DKI Jakarta periode 1964—1965 Hendrik Hermanus Joel Ngantung atau yang akrab dikenal Henk Ngantung.

Selain itu, menurut dia, Patung Selamat Datang yang dihalangi pembangunan Halte Tosari-Bundaran HI itu juga merupakan simbol keramahan bangsa, semangat bersahabat melaksanakan ketertiban dunia berdasar kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Reporter: Muhammad Fadlan Nuril Fahmi