Anies: TIM Akan Dikelola BUMD Baru Khusus Kesenian

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membacakan puisi WS Rendra di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat (23/9/2022).  Foto: Fadlan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membacakan puisi WS Rendra di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat (23/9/2022). Foto: Fadlan/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menyatakan Taman Ismail Marzuki (TIM) akan dikelola sepenuhnya oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) baru khusus untuk mengelola kebudayaan dan kesenian di DKI Jakarta.

“Ada badan pengelola di bawah PT Jakpro yang nanti akan mengelola tempat ini, dan nantinya badan pengelola ini diharapkan jadi sebuah unit usaha, Badan Usaha Milik Daerah khusus di bidang kebudayaan,” kata Anies kepada wartawan di kawasan TIM, Jakarta Pusat, Senin (26/9).

Anies sengaja tidak memberikan wewenang pengelolaan TIM berada di bawah Pemprov DKI secara langsung. Sebab, ia ingin agar aktivitas TIM tidak terikat dalam birokrasi sehingga menjadi lebih fleksibel.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membacakan puisi WS Rendra di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat (23/9/2022). Foto: Fadlan/kumparan

“Nah saya perlu garis bawahi, bahwa pilihan menggunakan entitas BUMD supaya ada fleksibilitas dalam manajemen, tidak terikat dengan kekakuan aturan birokrasi, karena begitu sampai kegiatan seni budaya, di sana ada kebutuhan-kebutuhan yang berbeda dengan di pemerintahan,” lanjut Anies.

Meski dikelola di bawah BUMD yang biasanya dibentuk untuk mengejar keuntungan, Anies menjamin tidak akan ada komersialisasi di TIM.

“Dia tidak diarahkan dan tidak dituntut untuk menjadi sebuah pusat mencari keuntungan atau profit center. Tapi benefit center, memberikan manfaat,” tutur eks Mendikbud itu.

Seluruh aktivitasnya pun disubsidi secara langsung oleh Pemprov DKI Jakarta. Adapun subsidi yang digelontorkan khusus untuk pentas seni dan kebudayaannya mencapai Rp 28 miliar.

Namun, pemberian subsidi ini tidak akan diberikan secara asal. Dewan Kesenian Jakarta akan mengkurasi dan menyeleksi seluruh calon pagelaran seni yang akan dipentaskan di TIM.

“Dengan begitu, tempat ini terjaga marwahnya, dan yang tampil juga begitu, untuk yang tampil di TIM dia harus lolos kurasi. Tidak semata-mata karena punya yang lalu bisa sewa TIM,” pungkasnya.