Anies Ungkap Jakarta Butuh 170 Ventilator untuk Tangani Pasien Corona

Ventilator atau alat bantu pernafasan merupakan salah satu alat yang dibutuhkan dalam menangani pasien corona. Sebab ventilator dinilai dapat memperpanjang harapan hidup bagi pasien yang mengalami gejala corona yakni sesak napas.
Namun demikian, ketersediaan ventilator di Indonesia, khususnya di DKI Jakarta yang memiliki banyak kasus positif corona, semakin menipis.
Dalam rapat virtual dengan Timwas COVID-19 DPR, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyatakan pihaknya kekurangan sekitar 170 ventilator.
"Pada saat ini kekurangan ventilator 170 unit dari jumlah yang kita miliki," ujar Anies, Kamis (16/4).
Anies pun berharap kekurangan itu bisa segera ditutupi. Salah satunya dengan produksi ventilator yang dilakukan BUMN.
"Ini harus kita perbanyak dan saat ini, baru siang tadi, dengan BUMN sedang dorong produksi dalam negeri," ucapnya.
Adapun hingga saat ini, sudah 3 BUMN strategis yang siap memproduksi ventilator. Tiga perusahaan itu yakni PT LEN (Persero), PT Pindad (Persero), dan PT Dirgantara Indonesia (Persero).
Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, menegaskan Presiden Jokowi telah menginstruksikan untuk mengoptimalkan sumber daya dalam negeri. Moeldoko memastikan pemerintah akan merelaksasi perizinan dan mengoptimalkan penggunaan komponen dalam negeri.
"Peluang memproduksi ventilator dalam negeri ini untuk mencukupi kebutuhan alat bantu pernapasan bagi pasien COVID-19,” ujar Moeldoko dalam rapat koordinasi rencana produksi ventilator dalam negeri di Gedung Bina Graha.
***
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
