kumparan
10 November 2019 17:42

Anis Matta: Asas Partai Gelora Islam Nasionalis

PTR, Ketua Partai Gelora, Anis Matta
Ketua Partai Gelora (kiri) Anis Matta. Foto: Muhammad Lutfan Darmawan/kumparan
Partai Gelora akan resmi dideklarasikan pada Januari 2020. Partai yang dipimpin oleh mantan politikus PKS yakni Anis Matta ini bahkan menargetkan bisa mulai menunjukan eksistensi di Pilkada 2020.
ADVERTISEMENT
Anis Matta dalam acara syukuran partai Gelora di Upnormal Cafe, Jakarta Selatan, membeberkan identitas dari partai bentukannya itu. Menurut dia, Gelora merupakan partai Islam nasionalis yang berasaskan Pancasila.
"Partai ini insyaallah akan menjadi partai yang terbuka artinya, seluruh rakyat Indonesia. Sehingga kita kasih nama Gelombang Rakyat Indonesia. Asasnya adalah Pancasila, jati diri tetap Islam tapi kita ingin hentikan seluruh perdebatan polarisasi Islam dengan nasionalis," kata Anis di lokasi, Minggu (10/11).
"Jadi kalau Anda tanyakan ini partai Islam atau nasionalis, ini partai dua-duanya. Ini partai Islam nasionalis, asasnya Pancasila dan kami membuka diri untuk seluruh komponen masyarakat seluruh Indonesia," sambungnya.
Anis menyebut target suara partai Gelora tidak tersekat kepada kalangan tertentu saja, misalnya Islam. Ia menyebut, target voters Partai Gelora adalah seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.
ADVERTISEMENT
"Saya ingin Partai Gelora ini titik temu seluruh komponen bangsa dari aliran yang beda-beda. Jadi ini seperti sungai saya ingin buat bangsa ini seluruhnya dengan semua komponennya mengalir di situ," imbuhnya.
Ketua Partai Gelora, Anis Matta, Fahri Hamzah
Ketua Partai Gelora (kiri) Anis Matta dan Wakil Ketua Fahri Hamzah. Foto: Muhammad Lutfan Darmawan/kumparan
Ia menyebut dalam pembentukannya, tak sedikit kader dari PKS yang berpindak ke Gelora. Namun, saat ini sebagian besar anggotanya berasal dari ormas Garbi bentukan Fahri Hamzah yang didapuk sebagai wakil ketua mendampingi Anis.
Ketika ditanya apakah Gelora berisi barisan sakit hati yang didepak dari PKS, Anis tak menampiknya. Namun ia memastikan Partai Gelora tak akan bekerja atas landasan 'sakit hati'.
"Saya tidak menafikkan bahwa kami punya konflik dulu ya di PKS. Ini ada Pak Fahri juga ke sini, ini fakta yang tidak bisa kita ingkari. Tapi kami tidak bekerja dengan latar sakit hati. Pada dasarnya semua narasi yang kita kembangkan di sini sudah saya kembangkan dahulu semenjak saya masih di PKS baik sebagai Sekjen maupun sebagai Presiden," sambung dia.
ADVERTISEMENT
Meski menyatakan Partai Gelora siap berpartisipasi di Pilkada 2020, Anis tak mau memasang banyak target, begitu pun di Pemilu 2024. Ia mengatakan saat ini partainya akan terlebih dahulu fokus pada urusan administrasi partai di Kemenkumham.
"Kita fokusnya sementara ini InsyaAllah daftar dulu di Kemenumham Insyaallah bulan depan ya doain," pungkas dia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan