Anjing di AS Disuntik Mati untuk Dikubur Bersama Majikannya

Kecintaan terhadap peliharaan untuk beberapa orang terkadang harus dibawa mati. Seperti di Amerika Serikat, seorang majikan berwasiat agar jika dia meninggal dunia, anjing yang dicintainya juga ikut dikubur bersamanya.
Peristiwa ini terjadi di Virginia, seperti diberitakan situs NBC pekan lalu. Seekor anjing jenis Shih Tzu terpaksa disuntik mati karena wasiat tersebut.
Awalnya anjing bernama Emma itu sempat ditampung di Penampungan Hewan Chesterfield ketika majikan perempuannya meninggal pada Maret lalu. Pihak pemakaman mendatangi rumah penampungan tersebut, minta Emma diberikan kepada mereka untuk dikubur bersama majikannya.
Petugas rumah penampungan berusaha keras mencegahnya. Pasalnya, Emma adalah anjing kecil yang masih sangat sehat. Namun upaya tersebut gagal dan anjing itu direbut.
"Kami menyarankan berkali-kali agar mereka menyerahkan saja anjing itu, karena ini adalah anjing yang bisa dengan mudah mendapatkan rumah baru," kata Carrie Jones, manajer Chesterfield.
Emma lantas dikirim ke dokter hewan, disuntik mati atau eutanasia, dan dikremasi di tempat kremasi hewan. Abunya ditempatkan di jambangan dan dikubur di makam majikannya.
Tindakan ini dibenarkan dalam hukum Virginia tahun 2014. Berdasarkan peraturan itu, pemakaman boleh memakamkan jenazah dengan hewan peliharaannya di satu lubang.
Hukum ini juga terdapat di Pennsylvania, New York dan New Jersey. Namun beberapa negara bagian di AS melarangnya.
Walau tidak melanggar hukum, namun mencari dokter hewan yang tega menyuntik mati anjing yang sehat tidak mudah. Beberapa dokter menolaknya, seperti Dr. Kenny Lucas dari Klinik Hewan Shady Grove.
"Ketika kami menghadapi situasi eutanasia, itu adalah situasi yang sangat emosional, yang harus kami lakukan secara etis, yang kami disumpah dengannya. Itu adalah beban yang kami bawa pulang," kata Lucas.
