Anjing Pelacak K-9 Berpatroli di Pusat-pusat Perbelanjaan di Surabaya

Usai serangan teror yang melanda Kota Surabaya dua minggu yang lalu, situasi dan kondisi kota pahlwan kembali kondusif. Namun, aparat kepolisian tetap turun di tengah masyarakat guna mengantisipasi rawannya kejahatan selama bulan puasa dan jelang lebaran. Salah satunya lewat patroli anjing pelacak K-9 yang terlatih.
Unit pengamanan yang berasal dari unsur Sabhara tidak hanya berjaga di pusat perbelanjaan seperti mal. Tapi juga di pusat pasar emas dan perhiasan. Hal itu terlihat dari kegiatan yang dijalani petugas di kawasan Pasar Blauran dan sentra toko emas di Jalan Blauran Surabaya, Jumat (25/5).

Mereka melaksanakan patroli pemantauan antisipasi segala bentuk kerawanan di seputaran lokasi sehingga memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Terlebih pascaaksi teror bom bunuh diri serta mengantisipasi aksi kriminalitas maupun potensi aksi teror selama Bulan Ramadhan.
Kabag Ops Polrestabes Surabaya AKBP Bambang Sukmo Wibowo mengatakan, kegiatan patroli tidak sekedar menjadi kerutinan petugas. Namun sebagai elemen pengamanan di tengah masyarakat dan menjalin interaksi dengan baik.
"Ini adalah bagian dari upaya motivasi dan untuk memberikan kepercayaan masyarakat bahwa polisi ada di tengah masyarakat. Kami coba berada di tengah pusat masyarakat seperti pusat perdagangan, pusat perbelanjaan dan tempat umum lainnya," tegasnya pada kumparan, Jumat (25/5).

Petugas juga berdialog soal keamanan dan ketertiban dengan warga di seputaran lokasi, mulai penjual, sekuriti, juru parkir, maupun pengunjung. Tujuannya agar masyarakat tetap menjaga kewaspadaan khususnya saat membawa barang berharga seperti dompet, tas, handphone, perhiasan, maupun saat memarkir kendaraan roda dua guna mengantisipasi aksi kriminalitas selama Bulan Ramadhan.
"Bagi warga yang sedang mengantarkan uang tunai dalam jumlah besar misalnya, kita imbau juga untuk disertai pengawalan petugas polisi. Kami terbuka," imbuh Bambang.

Sementara itu, petugas juga mensosialisasikan warga Surabaya untuk menghubungi call center 110 bila mendapati kejadian menonjol yang membutuhkan respon cepat kepolisian atau petugas penyelamat lainnya.
Siska, salah seorang pengunjung mengaku pihaknya merasa lebih tenang dan nyaman dalam berbelanja berkat kehadiran beberapa sosok petugas kepolisian yang selalu berjaga.
"Awalnya sempat bingung sih. Ada apa lagi banyak polisi? Tapi kalau sering seperti ini kan lebih merasa aman. Lebih bagus digalakan," ujarnya.

