Antisipasi Anggota Joget, DPD Cuma Putar Lagu Nasionalisme di Sidang Tahunan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/8/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/8/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin memastikan lagu-lagu yang akan diputar di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026 tidak akan memancing anggota dewan untuk berjoget.

Hal tersebut menjadi salah satu langkah antisipasi agar pelaksanaan sidang tahun ini berlangsung lebih khidmat dan tertib. Pernyataan Sultan disampaikan menyusul evaluasi terhadap pelaksanaan Sidang Tahunan dan Sidang Bersama tahun lalu.

Sultan pun mengingatkan seluruh anggota parlemen untuk menjaga etika dan sikap sebagai anggota parlemen selama mengikuti agenda kenegaraan.

“Iya sama sih, kita kan satu rumpun ya. MPR itu kan terdiri dari DPR dan DPD. Sebagai anggota parlemen, sebagai anggota perwakilan masyarakat, sudah seyogyanya memang kita menjaga etika dan sikap itu,” jelas Sultan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/8).

“Tapi di luar memang secara pribadi memang kita harus menjaga itu, memang sidang bersama ini juga kita sudah batasi, tidak akan ada lagi nanti hal-hal seperti lagu-lagu yang akan memancing suasana menjadi seperti ada hiburan seperti itu ya,” lanjutnya.

Menurut Sultan, pembatasan tersebut dilakukan agar Sidang Tahunan benar-benar menjadi agenda kenegaraan yang berlangsung dengan suasana khidmat, meskipun tetap membawa semangat perayaan Hari Kemerdekaan.

“Jadi kita harapkan Sidang Tahunan dan Sidang Bersama ini betul-betul berjalan dengan khidmat, berjalan dengan tertib, aman dan lancar karena ini bagian dari Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Jadi meskipun gegap gempita tetapi khidmat,” katanya.

Sultan menegaskan, lagu yang dipilih untuk ditampilkan dalam rangkaian acara juga telah disesuaikan. Lagu-lagu tersebut akan mengedepankan nuansa nasionalisme dan perjuangan.

“Jadi sesuai dengan yang sudah disiapkan oleh panitia, lagu juga yang akan ditampilkan adalah lagu-lagu yang nasionalisme, perjuangan sehingga menghindari gerakan-gerakan yang akan nanti memancing, dalam tanda kutip, seakan-akan bernuansa seperti yang tadi teman-teman sampaikan. Itu juga bagian dari antisipasi agar publik juga tidak melihat itu berlebihan ya,” ujarnya.

Dengan demikian, Sultan memastikan unsur hiburan yang berpotensi membuat suasana sidang menjadi terlalu meriah akan dihindari. Musik yang dimainkan tetap diarahkan untuk membangun semangat nasionalisme tanpa mengurangi kekhidmatan acara.

Sebelumnya, Ketua DPR Puan Maharani mengatakan, pelaksanaan sidang tahun ini juga akan berlangsung secara tertib dan khidmat, termasuk dalam menyikapi evaluasi dari pelaksanaan tahun sebelumnya.

“Hari ini tadi saya, Pak Dasco, juga didampingi dengan Ketua DPD sudah mengecek kesiapan di gedung kura-kura, insyaallah sudah siap 80 persen,” ujar Puan.

Puan juga menyinggung evaluasi terhadap suasana sidang tahun lalu, ketika sejumlah anggota DPR sempat menjadi sorotan karena berjoget saat lagu diputar setelah rangkaian pidato kenegaraan selesai.

Menurut Puan, momen tersebut terjadi secara spontan karena suasana gembira menyambut peringatan kemerdekaan. Namun, dia memastikan anggota DPR akan lebih introspeksi dan menjaga sikap selama mengikuti rangkaian acara kenegaraan tahun ini.

“Insyaallah nanti pada hari H kami semua akan tentu saja lebih introspeksi, lebih khidmat, akan lebih bisa menjaga diri kami untuk bisa lebih fokus dalam mengikuti acara kenegaraan tersebut,” kata dia.

Meski demikian, Puan menilai ekspresi kegembiraan tetap diperbolehkan dalam momentum perayaan kemerdekaan. Dia menegaskan hal tersebut tidak boleh mengganggu kekhidmatan acara resmi.