Antisipasi Banjir Rob, Pemprov DKI Maksimalkan Pompa Waduk Pluit

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah kapal bersandar di dekat Stasiun Pompa Waduk Pluit Timur di kawasan Muara Baru, Jakarta Utara, Jumat (28/5/2021). Foto: Dhemas Reviyanto/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah kapal bersandar di dekat Stasiun Pompa Waduk Pluit Timur di kawasan Muara Baru, Jakarta Utara, Jumat (28/5/2021). Foto: Dhemas Reviyanto/Antara Foto

Sebagian wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat tengah menghadapi waspada banjir rob sampai 31 Desember 2022 nanti. Hingga Senin (26/12) pagi ini, banjir rob terpantau masih menggenangi Kelurahan Koja, Jakarta Utara.

Untuk mengantisipasi meluasnya wilayah terdampak banjir rob, Penjabat Gubernur DKI Heru Budi Hartono, meminta Dinas Sumber Daya Air mengoptimalkan Waduk Pluit.

“Pompa Waduk Pluit saya pastikan nanti saya minta sama Kadis SDA untuk bisa mempercepat mengurangi rob,” kata Heru kepada wartawan saat melakukan sidak di UP PKB Ujung Menteng, Jakarta Timur, Senin (26/12).

Siswa berjalan melintasi banjir rob di Muara Angke, Jakarta, Rabu (7/12/2022). Foto: Darryl Ramadhan/Antara Foto

Waduk ini memiliki kapasitas penampungan air hingga 3 juta meter kubik. Terdapat 10 pompa yang bisa menyedot air hingga 49 meter kubik per detik.

Selain waduk, Pemprov DKI juga tengah membangun giant sea wall di sepanjang batas pantai di Jakarta Utara. Program ini dinamakan Program National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). Sejauh ini pembangunan baru memasuki fase 1.

Nantinya tanggul ini diharapkan bisa menjadi pengendali rob di kawasan pesisir saat cuaca ekstrem.