Antisipasi Kebakaran di Jakarta, Pramono Instruksikan Setiap RW Sediakan APAR

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai peresmian Call Center Dishub di kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (9/8/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai peresmian Call Center Dishub di kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (9/8/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta setiap Rukun Warga (RW) di Jakarta memiliki alat pemadam api ringan (APAR) sebagai langkah antisipasi meningkatnya kasus kebakaran.

Hal itu disampaikan Pramono saat peluncuran call center 1500813 Dinas Perhubungan DKI Jakarta di kawasan Car Free Day (CFD) Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (9/8).

"Yang pertama, seluruh RW harus punya APAR. Yang kedua, tindakan preventif harus dilakukan," kata Pramono.

Ilustrasi alat pemadam api ringan (APAR). Foto: Shutterstock

Menurut Pramono, Pemprov DKI perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran. Ia menyebut sebagian besar kebakaran di Jakarta selama ini dipicu musim kemarau dan korsleting listrik.

"Terutama kebakaran di Jakarta kalau yang sebelumnya rata-rata karena kekeringan, kedua karena korsleting," ujarnya.

Karena itu, Pramono meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta bersama dinas terkait meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat langkah pencegahan.

"Itulah yang kemudian Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan juga dinas terkait saya minta untuk menyiagakan," katanya.

Puing bangunan pascakebakaran Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, di Jalan Abdul Muis, Jakarta, Sabtu (8/8/2026). Foto: Rakha Raditya Yahya/ANTARA FOTO

Singgung Kebakaran Gedung Bapenda

Pramono juga menyinggung kebakaran yang melanda Gedung Dinas Teknis atau Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta. Kebakaran berdampak pada lantai 11 hingga 16, termasuk lantai 16 yang digunakan Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Pramono mengatakan, area tersebut berkaitan dengan pusat pengendalian lampu lalu lintas. Ia telah berkomunikasi dengan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin sesaat setelah kebakaran terjadi.

"Ketika kejadian saya sudah langsung berkomunikasi dengan Kepala Dinas Perhubungan (Budi Awaluddin) dan disampaikan bahwa mudah-mudahan dalam waktu satu bulan semuanya terselesaikan dengan baik," tuturnya.

Selama proses pemulihan, Pemprov DKI menyiapkan pusat kendali cadangan di kawasan MT Haryono agar sistem pengaturan lalu lintas tetap berjalan.

"Kita mempunyai call center cadangan atau backup cadangan yang ada di MT Haryono. Sehingga dengan demikian mudah-mudahan pengaturan lalu lintas termasuk VVIP yang ada di Jakarta dengan peristiwa ini tidak terganggu," ujarnya.

Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta bersiap memadamkan kobaran api yang membakar Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta, Jumat (7/8/2025). Foto: Rakha Raditya Yahya/ANTARA FOTO

Pramono menambahkan jumlah petugas lapangan juga akan ditambah untuk membantu pemantauan lalu lintas. Ia memastikan layanan call center Dishub 1500813 tetap beroperasi normal.

Terkait penyebab kebakaran Gedung Bapenda, Pramono mengatakan kasus tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian.

"Nah, yang kejadian kemarin di kantor Badan Pendapatan Daerah, karena masih ditangani polisi, saya belum bisa menyampaikan apa penyebab utamanya," katanya.