Antre Urus Izin di Mal Pelayanan Publik Surabaya Bisa Sambil Pijat

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pijat di Mall Pelayanan Publik Siola, Surabaya. (Foto: Phaksy Sukowati/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pijat di Mall Pelayanan Publik Siola, Surabaya. (Foto: Phaksy Sukowati/kumparan)

Mal Pelayanan Publik Siola, Surabaya menambah pelayanan bagi warga. Kini, warga bisa menikmati pijat sambil menunggu pengurusan izin selesai.

Tempat pijat ini diresmikan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Kamis (26/4). Para pemijat yang akan melayani warga merupakan tuna netra yang sudah bersertifikat dan berasal dari Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni).

Risma sempat meninjau tempat pelayanan pijat ini. Politikus PDIP itu juga merasakan langsung pelayanan dari tuna netra.

"Enak ya bu. Jangan terlalu keras ya," kata Risma.

Pijat di Mall Pelayanan Publik Siola, Surabaya. (Foto: Phaksy Sukowati/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pijat di Mall Pelayanan Publik Siola, Surabaya. (Foto: Phaksy Sukowati/kumparan)

Risma dilayani oleh empat pemijit. Dua orang memijat bagian kaki, satu orang memijat tangan, dan satu orang lagi memijat leher dan kepala wali kota perempuan pertama di Surabaya ini.

"Ikut coba saja sebentar. Enak loh. Bikin rileks," ucap Risma kepada wartawan.

Usai dipijat, Risma mengungkapkan, tadinya panti pijat akan dibuka sekitar awal tahun. Tapi, situasi Mal Pelayanan Publik Siola belum ramai seperti sekarang ini.

Pijat di Mall Pelayanan Publik Siola, Surabaya. (Foto: Phaksy Sukowati/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pijat di Mall Pelayanan Publik Siola, Surabaya. (Foto: Phaksy Sukowati/kumparan)

Saat ini, Mal Pelayanan Publik semakin ramai karena pelayanan kedinasan dan satu atap telah dipusatkan di gedung peninggalan Belanda ini. Ratusan hingga ribuan warga bisa datang berkunjung, termasuk kedatangan tamu wisata dari luar negeri.

"Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan warga pengunjung. Jadi sambil antre urus administrasi bisa mampir pijat sebentar. Biayanya juga murah," ujar Risma.

Risma berharap, para tuna netra bisa meraup banyak rezeki dari dibukanya tempat usaha pijat yang dikelola koperasi Pertuni ini.

"Saya ingin orang-orang berkebutuhan khusus seperti tuna netra tetap bisa mengais rezeki dan mendapat kesempatan ini. Kalau terapis normal kan mereka masih bisa jalan ke mana-mana. Bisa panggilan," ujarnya.

Pijat di Mall Pelayanan Publik Siola, Surabaya. (Foto: Phaksy Sukowati/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pijat di Mall Pelayanan Publik Siola, Surabaya. (Foto: Phaksy Sukowati/kumparan)

Untuk diketahui, lorong tempat pijat ini berada di sudut ruangan lantai 1 Siola Surabaya, tepatnya di sebelah museum Surabaya. Tempatnya cukup bersih dan sejuk.

Ada beberapa paket yang ditawarkan, mulai pijat refleksi, full massage, mulai 20 menit, 30 menit sampai 1 jam. Tarif maksimal cukup Rp 75 ribu.

Salah satu terapis pria, Purnomo mengaku sudah 18 tahun bekerja sebagai pemijat. Dia juga mengantongi sertifikat seorang ahli terapis dari Jepang.

"Saya sering ikut pelatihan Dinas Sosial mas. Pengajarnya langsung dari Jepang. Saya menguasai refleksi, massage, sampai akupuntur," terang penyandang tuna netra kelahiran Magetan itu.