Antrean di Stasiun Bekasi Tertib, TNI Cek Physical Distancing di Gerbong KRL

Pemandangan sejumlah stasiun KRL pagi ini, Selasa (14/4) terlihat masih diwarnai antrean penumpang yang mengular. Pemberlakuan pembatasan jam operasional KRL dan armadanya membuat penumpang sudah mengantre sejak dini hari.
Seorang penumpang KRL, Deki, bercerita pagi ini suasana di Stasiun Bekasi sudah lebih kondusif dari sebelumnya. Personel TNI, polisi, dan petugas keamanan stasiun juga berjaga untuk memastikan penumpang tetap menjaga jarak aman.
"TNI dan penjagaan internal KAI jauh lebih ketat. Sebelum masuk kereta, dicek dulu jumlah penumpang dalam gerbong," kata Deki kepada kumparan, Selasa (14/4).
Deki menuturkan, jika jumlah penumpang di gerbong melebihi ketentuan, yakni untuk maksimal 60 orang, maka tak boleh ada yang memaksa masuk ke dalam kereta.
"Kalau physical distancing enggak terjaga maka kereta sudah enggak boleh dinaiki penumpang. Kondisi dalam gerbong kereta yang aku naiki saat ini enggak lebih dari 30 orang," tuturnya.
Pria yang hendak menuju Stasiun Gondangdia itu naik kereta sekitar pukul 07.07 WIB. Dan saat kereta jalan, tidak ada penumpang yang berdiri.
Ia juga melihat petugas KAI dan TNI mondar mandir di sekitar peron untuk memastikan tak ada penumpukan penumpang yang sedang menunggu kereta. Mereka juga rutin mengecek kondisi di dalam gerbong.
Para penumpang juga sudah sadar untuk saling jaga jarak dan memakai masker.
"Kondisi sebelum ditutup pintu KRL, petugas KAI dan TNI mondar mandir untuk cek kondisi penumpang dalam menerapkan physical distancing. Pintu kereta ditutup, sudah enggak bisa nambah penumpang," tutupnya.
Pemandangan serupa juga terlihat di Stasiun Depok sekitar pukul 07.00 WIB. Dari dalam stasiun, tidak terlihat ada penumpukan penumpang di peron saat menunggu kereta.
Dengan pemberlakuan PSBB di Jakarta, PT KCI menyesuaikan jadwal kereta beroperasi yaitu mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Namun, untuk pagi ini, KRL lintas Bogor-Jakarta Kota, menjadi pukul 04.42 WIB.
=====
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
