News
·
12 Juli 2020 11:37

Antrean Pesepeda di Velodrome Rawamangun Mengular dan Rapat, Warga Putar Balik

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Antrean Pesepeda di Velodrome Rawamangun Mengular dan Rapat, Warga Putar Balik (221950)
Antrean masuk menuju Velodrome Rawamangun. Foto: Dok. Ajus Jasjus
Bersepeda di hari Minggu rupanya menjadi gaya baru masyarakat Ibu Kota di tengah pandemi corona. Salah satunya di area Velodrome Rawamangun, Jalan Pemuda, Jakarta Timur.
ADVERTISEMENT
Ajus, menjadi bagian dari mereka yang ingin bersepeda di velodrome pada Minggu (12/7) pagi. Namun apa daya, antrean panjang mengular membuatnya urung merealisasikan niatnya.
"Saya enggak jadi masuk karena lihat antrean sepanjang itu. Jadi saya pilih di luar aja. Kalau dilihat dari luar cukup ramai," kata Ajus kepada kumparan.
Ia menambahkan, antrean mengular sepanjang 200 meter. Sebab ada pemeriksaan suhu di depan pintu masuk.
"Kalau untuk jaga jarak di antrean terlihat tidak ada. Terlalu berdekatan. Karena ada pemeriksaan suhu juga jadi antrean agak terhambat juga," jelas dia.
Antrean Pesepeda di Velodrome Rawamangun Mengular dan Rapat, Warga Putar Balik (221951)
Antrean masuk menuju Velodrome Rawamangun. Foto: Dok. Ajus Jasjus
Sebelumnya, tim komunikasi gugus tugas dr Reisa Broto Asmoro mengungkapkan, buat masyarakat yang berolahraga di tempat umum diimbau untuk disiplin. Jaga jarak bagi pesepeda 20 meter, sementara pelari 10 meter.
ADVERTISEMENT
"Setelah olahraga ingat segera cuci tangan, mandi, ganti baju, bersihkan alat olahraga dan barang bawaan dengan cairan disinfektan," kata Reisa dalam Konferensi Pers rutin di Kantor BNPB, Jakarta, Minggu (28/6).
Lebih lanjut, dia mengingatkan tujuan olahraga adalah agar tubuh tetap sehat. Sehingga penting mencegah penularan COVID-19 dengan disiplin menerapkan protokol COVID-19.