News
·
14 Januari 2021 16:25

Anwar Ibrahim Minta Raja Malaysia Akhiri Situasi Darurat

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Anwar Ibrahim Minta Raja Malaysia Akhiri Situasi Darurat (84027)
Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim usai menjalani pemeriksaan polisi, di markas polisi Bukit Aman, di Kuala Lumpur , Malaysia Jumat (16/10). Foto: Lim Huey Teng/REUTERS
Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim meminta Raja Sultan Abdullah untuk mengakhiri pemberlakuan situasi darurat.
ADVERTISEMENT
Malaysia mulai pekan ini memberlakukan situasi darurat demi menanggulangi penyebaran virus corona. Kebijakan diambil usai Sultan Abdullah ditemui oleh Perdana Menteri Muhyiddin Yassin.
Kebijakan status darurat membuat seluruh kegiatan politik termasuk pemilu sela serta pertemuan di parlemen ditangguhkan.
Anwar Ibrahim Minta Raja Malaysia Akhiri Situasi Darurat (84028)
Polisi melakukan pemeriksaan saat lockdown di Kuala Lumpur, Malaysia. Foto: Lim Huey Teng/Reuters
Pemberlakuan situasi darurat direspons negatif oleh Anwar Ibrahim. Kepada Raja, Anwar mengatakan bahwa situasi darurat adalah langkah yang disengaja Muhyiddin untuk mempertahankan kekuasaan.
"Perdana Menteri cuma fokus untuk mempertahankan kekuasaannya," ujar Anwar seperti dikutip dari Reuters.
Tuduhan maupun permintaan Anwar sampai sekarang belum direspons oleh kantor PM dan Istana Raja Malaysia. Bila permintaan Anwar ditolak, maka situasi darurat di Negeri Jiran akan berlangsung sampai 1 Agustus 2021.
Anwar dan Muhyiddin sudah terlibat perseteruan untuk merebut kekuasaan di Malaysia sejak 2020.
ADVERTISEMENT
Anwar pernah mengeklaim mendapat dukungan mayoritas parlemen untuk menggantikan Muhyiddin. Klaim Anwar ditolak Muhyiddin. Dia bersikeras masih didukung parlemen memimpin Malaysia.
Di tengah krisis politik yang masih berlangsung, situasi pandemi virus corona di Malaysia malah terus memburuk.
Kini setiap harinya terdapat 2.000 sampai 3.000 kasus baru. Demi meredam corona, Malaysia turut memberlakukan lockdown di Kuala Lumpur dan lima negara bagian.