AP II Bangun Runway Baru di Bandara Supadio Senilai Rp 2 Triliun

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Air India di Bandara Halim Perdanakusuma (Foto: Pembaca kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Air India di Bandara Halim Perdanakusuma (Foto: Pembaca kumparan)

PT Angkasa Pura II (Persero) mempersiapkan pembangunan landas pacu atau runway kedua di Bandara Internasional Supadio, Pontianak. Hal ini dilakukan guna mendukung pertumbuhan perekonomian dan pariwisata di kawasan Kalimantan Barat.

"Potensi perekonomian dan pariwisata di Kalimantan Barat khususnya Pontianak sangat besar sehingga Bandara Internasional Supadio berkewajiban untuk mendukung pemerintah maupun masyarakat untuk dapat meraih peluang tersebut demi kemajuan Provinsi Kalbar," ungkap President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (1/4).  

Runway kedua yang dibangun diperkirakan menghabiskan investasi sekitar Rp 2 triliun. Nantinya runway baru Bandara Supadio memiliki dimensi 3.000 meter x 60 meter guna mengakomodir hingga pesawat berbadan lebar atau widebody sekelas Boeing 777.

Pembangunan runway kedua ini dimulai paling cepat pada akhir tahun ini dan selesai pada 2020. Adapun runway eksisting saat ini dengan dimensi 2.240 meter x 45 m juga akan dikembangkan menjadi 2.600 meter x 45 meter yang nantinya akan berfungsi sebagai paralel taxiway.

"Pembangunan terminal baru Bandara Internasional Supadio dan runway kedua ini merupakan wujud komitmen AP II turut mendukung kemajuan perekonomian dan pariwisata di Kalimantan Barat." imbuhnya.

Air India di Bandara Halim Perdanakusuma. (Foto: Pembaca kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Air India di Bandara Halim Perdanakusuma. (Foto: Pembaca kumparan)

Adapun pengembangan runway eksisting dan pembangunan runway kedua nantinya akan membuat Bandara Internasional Supadio dapat melayani hingga 51.772 penerbangan per tahun atau meningkat drastis dari saat ini 24.790 penerbangan per tahun.

Di samping itu, pembangunan runway kedua juga akan mendukung kelancaran dari operasional penerbangan militer. Sebab Bandara Internasional Supadio ini berstatus enclave militer atau pangkalan udara sipil yang juga dapat digunakan untuk penerbangan militer.

"AP II akan bekerja sama dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan frekuensi penerbangan di Bandara Internasional Supadio semakin banyak dengan rute domestik dan internasional yang semakin beragam seiring dengan adanya runway kedua pada dua tahun mendatang,” katanya.

Bandara Internasional Supadio saat ini beroperasi dengan terminal baru berkapasitas 3,8  juta penumpang per tahun, di mana nantinya terminal ini juga akan dikembangkan hingga dapat mengakomodir 5,5 juta penumpang per tahun yang akan mulai dioperasikan pada bulan juni 2017 ini.

Seiring dengan pengembangan runway, maka AP II juga akan memperluas apron di bandara ini menjadi seluas 75.600 meter persegi dari saat ini 47.200 meter persegi.

Pada 2016, jumlah pergerakan penumpang domestik dan internasional di Bandara Internasional Supadio tercatat sebanyak 3,18 juta penumpang atau mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni 2,71 juta penumpang.