kumparan
8 Jun 2018 18:35 WIB

AP II Lepas 2 Ribu Peserta Mudik Bareng BUMN di Bandara Soetta

Pelepasan mudik bareng di Soekarno Hatta (Foto: Ochi Amanaturrosyidah/kumparan)
PT Angkasa Pura II menggelar Mudik Bareng BUMN yang diikuti sekitar 2 ribu peserta tujuan Lampung dan Jawa Tengah. Pelepasan peserta tersebut dilakukan oleh Dirut Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin dengan didampingi oleh Kapolres Bandara Soetta AKBP Viktor Togi Tambunan dan jajaran Direksi PT Jasa Marga.
ADVERTISEMENT
Pelepasan dilakukan di depan Kantor PT Angkasa Pura II di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng. Dengan mengenakan kemeja putih, Awaluddin tampak mengibarkan bendera sebagai simbol pelepasan peserta mudik.
Dua bus paling depan yang menjadi simbol pelepasan pun berangkat, disusul oleh 48 bus lainnya. Awaluddin menyebut, tahun ini ada total 50 bus yang diberangkatkan dalam acara Mudik Bareng BUMN.
"Kami senang sekali, kalau tahun lalu kami hanya 22 bus dengan 800 peserta, jadi tahun ini bisa 2 kali lipat lebih menjadi 2 ribu peserta juga diangkut 50 bus," ucap Awaluddin di Kantor AP II, Bandara Soekarno Hatta. Cengkareng, Jumat (8/6).
Pelepasan mudik bareng di Soekarno Hatta (Foto: Ochi Amanaturrosyidah/kumparan)
Ia mejelaskan, seluruh peserta mudik merupakan warga sekitar serta para pekerja di lingkungan bandara. Para peserta juga diberikan makanan ringan dan makanan berat untuk berbuka puasa selama perjalanan.
ADVERTISEMENT
Menurut Awaluddin, penyelenggaraan mudik bareng ini merupakan imbauan dari pemerintah. Hal tersebut dilakukan untuk menekan angka pemudik roda dua yang dianggap kurang aman.
"Daripada dia mudik, karena keterbatasan biaya paksain pakai motor, tapi tidak aman ya juga punya risiko kan lebih nyaman pakai bus dan mereka juga bisa dengan keluarga tidak ada risiko," jelasnya.
Pelepasan mudik bareng di Soekarno Hatta (Foto: Ochi Amanaturrosyidah/kumparan)
Selain penambahan kuota peserta, Awaluddin menyebut di tahun ini ada perubahan sistem pengantaran. Jika tahun lalu seluruh penumpang harus turun di titik akhir, tahun ini penumpang bisa turun di titik-titik yang telah ditentukan sepanjang rute perjalanan.
"Teknisnya di terminal, mereka punya titik-titik di terminal yang sesuai dengan rute destinasi akhirnya. Misalnya kalau Jawa Tengah, ya (titik akhir) di Semarang," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Salah satu peserta mudik, Arik, mengaku gembira dengan adanya mudik bersama ini. Arik pulang ke Wonogiri bersama istri dan kedua anaknya.
"Ini pertama kalinya (ikut mudik bareng). Alhamdulillah, bisa pulang bersama keluarga," ucap Arik.
Ilustrasi arus mudik di stasiun KA (Foto: Hafidz Mubarak A./ANTARA)
Arik mengaku sudah sekitar 5 tahun merantau di Tangerang, tak jauh dari bandara. Melonjaknya tiket jelang mudik terkadang membuatnya terpaksa melewatkan lebaran di tanah rantau.
"Jadi senang sekali ada acara mudik bareng begini. Saya sudah daftar ini melalui online, sejak bulan lalu. Mudah-mudahan lancar," ucapnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Adhi yang pulang ke Boyolali. Ia menyebut dengan adanya mudik bareng ini bisa membantu warga menengah ke bawah yang ingin berlebaran bersama keluarga, namun terkendala biaya.
ADVERTISEMENT
"Ya kan kalau pulang sendiri mahal, biayanya enggak ada. Jadi bagus ada acara ini, terbantu sekali," ucap Adhi.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Disponsori oleh