Apa Alasan Trump Boikot KTT G20 di Afsel?

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden AS Donald Trump memberikan sambutan saat menghadiri upacara peringatan untuk komentator konservatif Charlie Kirk yang tewas terbunuh di Stadion State Farm, Glendale, Arizona, AS, Minggu (21/9/2025). Foto: Daniel Cole/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump memberikan sambutan saat menghadiri upacara peringatan untuk komentator konservatif Charlie Kirk yang tewas terbunuh di Stadion State Farm, Glendale, Arizona, AS, Minggu (21/9/2025). Foto: Daniel Cole/REUTERS

Presiden AS Donald Trump memboikot KTT G20 yang tahun ini digelar di Afrika Selatan. Trump mengumumkan tidak akan hadir di acara yang akan digelar pada 22-23 November mendatang.

Wakil Presiden AS JD Vance sempat dijadwalkan akan menggantikan Trump. Namun, belakangan sumber yang mengetahui jadwal Vance mengatakan Vance juga batal hadir di Afsel.

Trump kemudian mengumumkan tidak ada satu pun delegasi AS yang akan hadir di KTT G20 Afsel. Apa alasannya?

Dikutip dari The Guardian, Kamis (13/11), Trump menyinggung pelanggaran yang dilakukan pemerintah Afsel terhadap warga Afsel kulit putih yang dikenal sebagai Afrikaner. Dia menyebut Afrikaner mengalami kekerasan hingga tanah dan pertanian mereka disita.

"Sungguh memalukan KTT G20 akan diadakan di Afrika Selatan," kata Trump dalam unggahannya di media sosial.

Ilustrasi G20. Foto: Shutter Stock

Pemerintahan Trump menuduh pemerintah Afsel membiarkan petani Afrikaner dipersekusi dan diserang. Meski kini membatasi jumlah pengungsi yang masuk AS jadi 7 ribu, pemerintah menyatakan sebagian besar pengungsi yang diterima adalah orang Afsel kulit putih yang mengaku menghadapi diskriminasi dan kekerasan di negara asalnya.

Pemerintah Afsel mengaku terkejut dengan tuduhan itu. Menurut pemerintah Afsel, orang kulit putih di Afsel memiliki standar hidup yang lebih tinggi dibandingkan orang kulit hitam.

Presiden Afsel Cyril Ramaphosa mengatakan telah memberi tahu Trump bahwa informasi yang dia terima soal dugaan diskriminasi dan persekusi Afrikaner sepenuhnya salah.

Meski demikian, AS tetap mengkritik pemerintah Afsel. Dalam pidato ekonomi di Miami beberapa waktu lalu, Trump bahkan mengatakan Afsel harus dikeluarkan dari G20.

Sementara itu, Menlu AS Marco Rubio memboikot pertemuan menteri luar negeri G20 awal tahun ini karena agendanya fokus pada keberagaman, inklusi, dan upaya perubahan iklim.