Apa Peran Dennis Rodman dalam Pertemuan Trump dan Kim?

Seorang mantan pebasket NBA berkewarganegaraan Amerika Serikat tiba di Changi Airport, Singapura, pada Senin (11/6) malam, beberapa jam jelang pertemuan presidennya, Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un. Dia adalah Dennis Rodman.
Mantan atlet yang juga pernah terlibat dalam beberapa film ini memang tidak terlibat langsung dalam rangkaian pertemuan Trump dan Kim. Kehadirannya ke Singapura hanya sebatas bentuk dukungan untuk upaya perdamaian di Semenanjung Korea.
Hanya saja, Rodman seolah punya perhatian besar untuk Korea Utara. Saat diwawancarai CNN, Rodman sampai menangis. Dia terlihat emosional saat menjelaskan perasaannya soal pertemuan Trump dan Kim.

Meski tidak vital, peran Rodman untuk menghubungkan Amerika Serikat dan Korea Utara tidak bisa diabaikan. Bahkan, Rodman mungkin menjadi orang yang menghubungkan Trump dan Kim.
Rodman merupakan orang Amerika pertama yang diketahui publik bertemu dengan Kim. Dia mengunjungi negara yang terisolir itu pada 2013 untuk menyelenggarakan laga eksibisi bola basket di Korea Utara. Rodman mengaku ingin memecah ketegangan antara Amerika dan Korea Utara.
"Misi saya adalah memecahkan gunung es antara dua negara yang berseteru," sebutnya saat diwawancarai Sport Illustrated pada 2013.

Setelah itu, Rodman beberapa kali berkunjung ke negara itu. Beberapa media bahkan menyebut pebasket berjuluk "Si Cacing" ini sebagai orang Amerika yang paling akrab dengan Kim Jong-un.
Dalam wawancara dengan CNN, Selasa (12/6), Rodman bisa mengambarkan kepribadian Kim Jong-un. Menurutnya, Kim Jong-un hanya ingin kebahagiaan untuk rakyat Korea Utara.
"Dia seperti anak kecil. Dia ingin menikmati hidup. Dia ingin membuat perkembangan untuk rakyatnya dan Trump telah melakukan hal yang benar. Dia akan mendapatkan kekuatan lebih setelah ini," ucap Rodman.

Selain dekat dengan Kim, Rodman disebut punya relasi dengan Trump. Dia pernah terlibat dalam Celebrity Apprentice, acara televisi yang dipandu Donald Trump. Rodman terlibat dalam reality show itu pada 2009 dan 2013.
Pada 2017, Rodman pernah memberikan buku Donald Trump berjudul "Art of the Deal" kepada Menteri Budaya Fisik dan Olahraga Korea Utara Kim Il-guk. Buku itu dia serahkan saat berkunjung ke Pyongyang.
Jelang pertemuan Trump dan Kim, Rodman mengaku sempat dihubungi sekretaris Presiden Amerika Serikat.
"Donald Trump menghubungi saya. Saya ditelepon sekretarisnya dan dia mengatakan 'Trump sangat bangga denganmu, dia sangat suka kamu'. Ini sangat berarti untukku," kata Rodman yang mengenakan topi merah bertulisan 'Make America Great Again' di Singapura.
