Apa Saja Fasilitas yang Ada di Dermaga Eksekutif Merak-Bakauheni?

Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni akan segera memiliki sebuah dermaga baru yang dinamakan dermaga eksekutif. Proyek yang digagas oleh tiga perusahaan yaitu PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT PP (Persero) Tbk, dan PT Patra Jasa ini menghabiskan dana sekitar Rp 500 miliar.
Lantas fasilitas mewah apa saja yang ada di dermaga eksekutif Merak-Bakauheni?
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Faik Fahmi mengatakan dengan adanya dermaga eksekutif, nantinya akan ada pemisahan jalur masuk antara penumpang dan kendaraan kecil dengan truk. Bagi pengguna jasa reguler tetap dipersilakan menikmati pelayanan tarif reguler di dermaga 1-5.
Baca juga: Truk Dilarang Melewati Dermaga Eksekutif Merak-Bakauheni
Baca juga: Proyek Dermaga Eksekutif Merak-Bakauheni Habiskan Rp 500 Miliar
"Dermaga eksekutif ini memang untuk melayani penumpang atau kendaraan kecil, ada boarding lounge, vallet parking, serta ritel makanan dan minuman. Adapun waktu bongkar muat (port time) ditetapkan maksimal 45 menit. Dengan layanan yang khusus ini, maka berlaku tarif yang berbeda," ujar Faik Fahmi di sela peresmian Ground Breaking Dermaga 6 Eksekutif di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Sabtu (27/5).
Selain itu, kapal penyeberangan yang ditempatkan di dermaga eksekutif juga memiliki kualitas lebih baik.

"Kecepatan kapal minimal 15 Knot, terdapat kabin VIP dan eksekutif di mana menyediakan reclining seat, AC, toilet, live music, bar atau kantin, serta musala. Yang terpenting, waktu pelayaran (sailing time) dari Merak menuju Bakauheni maksimal 1 jam," jelasnya.
Sementara itu, Menteri BUMN Rini Soemarno menambahkan pengembangan Pelabuhan Merak ke depannya tidak hanya terfokus pada penyediaan jasa transportasi tetapi juga menjadi pelabuhan destinasi yang terintegrasi dengan layanan intermoda.
Baca juga: Proyek Dermaga Eksekutif Merak-Bakauheni Resmi Dibangun
"Tahun 2018 Pelabuhan Merak harus dapat menyediakan layanan premium, khususnya untuk kendaraan pribadi atau penumpang. Hal ini penting karena semakin tingginya angka pertumbuhan mobil pribadi," sebut Rini.
Pembenahan dan peningkatan kualitas layanan penyeberangan dinilai mendesak karena saat ini tengah berlangsung pembangunan Tol Trans Sumatera. Sehingga bila pengembangan Pelabuhan Merak dan Bakauheni tidak dilakukan, maka dikhawatirkan akan terjadi bottleneck.
