Apa yang Harus Dilakukan Jika Terpapar Racun Arsenik?

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi keracunan makanan. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi keracunan makanan. Foto: Shutter Stock

Arsenik merupakan racun yang berbahaya. Senyawa tersebut sulit terdeteksi lantaran tidak berbau, berwarna, dan tidak memiliki rasa ketika tertelan.

Meski begitu, kita sebetulnya terpapar arsenik setiap hari. Menurut jurnal Oseana Volume XXXVI Nomor 4 Tahun 2011, arsenik yang masuk ke dalam tubuh manusia berkisar antara 0,5 mg sampai 1 mg per hari. Itu diperoleh dari makanan atau minuman yang kita konsumsi.

Adapun jumlah paparan arsenik yang dapat diterima manusia dewasa sekitar 20 mg. Lebih dari itu dapat mengakibatkan keracunan.

Ilustrasi racun. Foto: Pixabay/qimono

Arsenik sendiri biasa dipakai di sejumlah industri. Misalnya pembuatan pupuk, pestisida, pengawet kayu, pembuatan keramik, pengolahan kaca dan lainnya.

Pertanyannya, apa pertolongan pertama yang harus dilakukan jika terpapar arsenik dalam jumlah yang besar?

Mengutip laman resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Hutan RI (MenLHK), ada beberapa upaya yang dapat dilakukan dalam pertolongan pertama saat terkontaminasi arsenik.

  • Jika arsenik tertelan dan terjadi muntah, maka posisikan kepala korban lebih rendah dari pinggul untuk mencegah aspirasi (gangguan pernapasan).

  • Jika arsenik terhirup, maka pastikan membawa korban menjauh dari lokasi paparan. Kemudian berikan napas buatan dengan menggunakan masker berkatup atau sejenisnya.

  • Jika terkena mata, segera bilas mata dengan volume air yang cukup banyak atau menggunakan larutan garam fisiologis. Lalu sesekali membuka kelopak mata atas dan bawah untuk memastikan tidak ada arsenik yang tertinggal. Kemudian lindungi mata dengan perban steril.

  • Jika terkena kulit, maka segera lepaskan pakaian, sepatu dan barang lainnya yang terkontaminasi. Kemudian, bilas kulit dengan sabun atau deterjen lunak dengan air yang banyak hingga tidak ada bahan kimia yang tersisa (sekurangnya 15 – 20 menit). Namun, jika paparan menyebabkan luka bakar, segera lindungi dengan perban steril.

Meski begitu, tindakan pertolongan pertama ini harus ditindaklanjuti dengan membawa ke dokter untuk penanganan khusus.

Reporter: Tri Vosa Ginting